

Jakarta, Fakta64.com – Direktur Utama PT Jasa Raharja (Persero), Muhammad Awaluddin, menegaskan bahwa peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 harus menjadi momentum memperkuat integritas, mempercepat perbaikan, dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Semangat kebangsaan, menurutnya, tidak boleh berhenti pada seremoni, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata.
Pesan tersebut disampaikan Awaluddin dalam amanat Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda, Rabu (28/10/2026), dengan tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia.”
Ia menekankan, nilai patriotik harus tercermin dalam tanggung jawab dan integritas, kegigihan diwujudkan melalui perbaikan berkelanjutan, sedangkan empati menjadi landasan dalam memberikan pelayanan, khususnya kepada korban kecelakaan lalu lintas dan keluarga yang ditinggalkan.
“Bagi keluarga yang kehilangan anggota keluarganya akibat kecelakaan, persoalan koordinasi internal bukanlah sesuatu yang seharusnya mereka tanggung,” tegas Awaluddin.
Menurutnya, masyarakat membutuhkan pelayanan yang cepat, pasti, dan penuh kepedulian. Karena itu, koordinasi antarsatuan kerja harus diperkuat agar persoalan internal tidak menghambat pemenuhan kebutuhan masyarakat.
Awaluddin juga mengingatkan bahwa keberhasilan satu unit kerja belum cukup apabila pelayanan secara keseluruhan masih menyisakan persoalan. Seluruh jajaran Jasa Raharja harus meninggalkan ego sektoral dan membangun kolaborasi yang berorientasi pada hasil nyata.
Di sisi lain, generasi muda didorong berani mengambil inisiatif, memanfaatkan teknologi dan data, serta menghadirkan gagasan yang mampu memperbaiki cara kerja.
Kontribusi, menurutnya, tidak harus menunggu jabatan, tetapi dimulai dari keberanian menyelesaikan persoalan dan meningkatkan kualitas tanggung jawab.
Awaluddin berharap semangat Sumpah Pemuda menjadi energi perubahan bagi seluruh insan Jasa Raharja, dengan menjadikan integritas, kolaborasi, dan empati sebagai bagian dari budaya kerja serta standar pelayanan kepada masyarakat.
“Jangan sampai kita hanya mewarisi semangat para pemuda terdahulu sebagai cerita. Warisilah keberanian mereka sebagai tindakan,” tutupnya. (F64)
