
Ambon, Fakta64.com — Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Maluku, Sadali Ie, menegaskan bahwa integritas, disiplin, dan orientasi pelayanan publik harus menjadi fondasi utama bagi setiap aparatur sipil negara (ASN).
Ia mengingatkan, status ASN bukan sekadar jabatan, melainkan amanah untuk melayani masyarakat dengan penuh tanggung jawab.
Penegasan itu disampaikan Sadali saat membuka Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Golongan III dan II Tahun 2026 bagi CPNS lingkup Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru, Kabupaten Buru Selatan, dan Kota Tual di Gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Maluku, Rabu (26/8/2026).
Menurut Sadali, Latsar tidak boleh dipandang hanya sebagai tahapan administratif untuk mengubah status CPNS menjadi ASN. Lebih dari itu, pelatihan tersebut merupakan proses strategis membentuk karakter, meningkatkan kompetensi, dan menanamkan nilai-nilai dasar birokrasi yang profesional.
“Kita ini abdi negara dan abdi masyarakat. Kita ada untuk melayani, bukan untuk dilayani. Karena itu, jalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan loyalitas, serta jaga kepercayaan yang diberikan negara dan pimpinan,” tegasnya.
Ia mengingatkan peserta agar menjadikan kejujuran, integritas, dan tanggung jawab sebagai prinsip dalam menjalankan tugas pemerintahan. Menurutnya, para CPNS saat ini merupakan calon pemimpin birokrasi Maluku di masa mendatang sehingga rekam jejak dan etos kerja harus dibangun sejak awal pengabdian.
Sadali juga meminta peserta memperkuat pemahaman terhadap tugas pokok dan fungsi pada masing-masing perangkat daerah serta mempelajari regulasi yang menjadi dasar pelaksanaan pekerjaan, termasuk peraturan tentang pemerintahan daerah dan ASN.
Ia menilai, pendidikan formal saja belum cukup untuk menjawab kompleksitas tantangan birokrasi. Karena itu, CPNS dituntut terus belajar, memperluas literasi, meningkatkan keterampilan, dan mampu beradaptasi dengan kebutuhan pelayanan publik yang terus berkembang.
“Kompetensi yang diperoleh di bangku pendidikan belum tentu cukup untuk melaksanakan seluruh tugas yang dipercayakan. Karena itu, pelatihan ini penting untuk membentuk ASN yang memiliki kompetensi mumpuni dan mampu memberikan pelayanan kepada masyarakat secara maksimal,” ujarnya.
Di tengah percepatan transformasi digital, Sadali turut mendorong para CPNS meninggalkan pola kerja konvensional yang tidak lagi relevan. ASN, katanya, harus mampu mengikuti perkembangan teknologi dan memanfaatkannya untuk meningkatkan efektivitas pemerintahan serta kualitas pelayanan masyarakat.
Selain kemampuan teknis, ia menekankan pentingnya kerja sama lintas daerah dan menghilangkan ego sektoral. Peserta dari Kepulauan Aru, Buru Selatan, dan Kota Tual diminta membangun budaya saling menghargai, berbagi pengetahuan, dan bekerja sebagai satu kesatuan aparatur negara.
Sadali juga mengingatkan agar perbedaan latar belakang pendidikan maupun masa kerja tidak menjadi alasan untuk meremehkan sesama. Pengalaman dan pengetahuan setiap pegawai, menurutnya, harus menjadi modal untuk saling belajar dan melengkapi.
Ia meminta seluruh peserta mengikuti Latsar secara serius, disiplin, aktif berdiskusi, dan tidak ragu bertanya kepada para widyaiswara maupun narasumber.
Kesempatan menjadi CPNS, katanya, merupakan kepercayaan negara yang harus dibuktikan melalui kinerja dan pengabdian nyata.
“Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan ini dengan baik dan lulus seratus persen. Kelulusan itu sangat bergantung pada kedisiplinan dan kesungguhan dalam mengikuti seluruh proses pelatihan,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala BPSDM Provinsi Maluku beserta jajaran, perwakilan BPSDM Kabupaten Buru Selatan, Kepala BPSDM Kabupaten Kepulauan Aru, Kepala BKPSDM Kota Tual, pejabat administrator dan pengawas lingkup BPSDM Provinsi Maluku, serta para widyaiswara. (F64)
