
Ambon, Fakta64.com – Warisan tenun khas Maluku terus berkembang menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat. Salah satunya Tenun Ikat Mawar, usaha berbasis tradisi Tanimbar yang kini tumbuh dari kelompok kecil menjadi usaha dengan sekitar 20 anggota.
Pengelola Tenun Ikat Mawar, Lusi, mengatakan usaha tersebut merupakan bisnis keluarga yang diwariskan secara turun-temurun dan kemudian dikembangkan oleh generasi penerus.
“Awalnya, kelompok usaha ini hanya beranggotakan empat orang. Seiring berjalannya waktu, usaha tersebut berkembang dan kini melibatkan kurang lebih 20 anggota kelompok,” kata Lusi kepada media ini, Jumat (2/10/2026).
Menurutnya, perkembangan usaha tersebut turut didukung melalui kemitraan dengan PT Pertamina (Persero) sejak 2024.
Melalui program pembinaan, Pertamina memberikan sejumlah dukungan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan keterampilan kelompok. Dukungan tersebut tidak hanya berupa peralatan, tetapi juga pelatihan dan fasilitasi promosi.
Kelompok Tenun Ikat Mawar mendapat pelatihan menjahit. Setelah pelatihan, Pertamina memfasilitasi dua mesin produksi, yakni mesin jahit dan mesin obras.
Selain itu, dukungan diberikan dalam bentuk bahan baku berupa benang serta fasilitasi keikutsertaan dalam berbagai pameran.
“Bantuan dari Pertamina lumayan banyak dan sangat membantu. Pertama kami diberikan pelatihan menjahit. Setelah itu difasilitasi dua mesin, ada mesin jahit dan mesin obras. Kami juga terbantu dengan bahan baku berupa benang dan setiap ada pameran Pertamina membantu memfasilitasi,” tuturnya.
Dua tahun bermitra dengan Pertamina, produk Tenun Ikat Mawar kini tidak hanya dikenal di Maluku. Pesanan telah datang dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan pengiriman produk sudah mencapai luar negeri.
Meski demikian, pemasaran ke luar negeri saat ini masih berdasarkan pesanan atau by order dan belum dilakukan dalam skala ekspor secara rutin.
Dalam pengembangan produknya, kelompok tersebut memproduksi dua jenis kain tenun, yakni kain berbahan sintetis dan kain dengan pewarnaan alam. Penggunaan pewarna alam menjadi salah satu pengembangan yang terus diarahkan untuk memperkuat karakter produk tenun.
Perkembangan usaha juga ditopang melalui keikutsertaan dalam berbagai pameran, termasuk pameran berskala nasional. Momentum tersebut menjadi sarana memperkenalkan produk Tenun Ikat Mawar sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas.
“Sekarang sudah berkembang ke luar daerah. Pengiriman juga sudah sampai ke luar Indonesia, tetapi masih by order, belum sampai skala ekspor,” ujarnya.
Ke depan, Lusi berharap kemitraan dengan Pertamina dapat terus berlanjut sehingga usaha tenun berbasis warisan budaya Tanimbar tersebut semakin berkembang, dikenal luas, serta memiliki akses pasar yang lebih terbuka.
“Harapannya semoga kami selalu bermitra dan menjadi binaan Pertamina seterusnya. Semoga dengan Pertamina usaha tenun ini makin berkembang, makin dikenal luas, dan peluang pasarnya semakin terbuka,” pungkasnya. (F64)
