
Ambon, Fakta64.com – Kehadiran negara kembali dirasakan masyarakat di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Melalui misi Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026, Bank Indonesia Provinsi Maluku bersama Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) IX menyambangi Desa Werwaru, Kecamatan Moa, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Senin (31/8/2026).
Bukan sekadar membawa Rupiah hingga ke pelosok kepulauan, ekspedisi tersebut juga menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat. Warga Werwaru mendapat layanan kesehatan gratis sekaligus akses Kas Keliling untuk memenuhi kebutuhan penukaran uang.
Tim ERB 2026 yang mengemban misi di lima pulau wilayah Maluku menggunakan KRI Posepa-870 Satrol Kodaeral IX. Kapal tersebut tiba di Dermaga Moa setelah sebelumnya menuntaskan misi di Desa Wonreli, Pulau Kisar.
Dari dermaga, tim kemudian bergerak menuju Desa Werwaru. Rangkaian kegiatan diawali dengan penyiapan material, dilanjutkan sosialisasi Bela Negara serta edukasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah (CBP Rupiah).
Pesan yang dibawa tidak hanya soal penggunaan uang dalam aktivitas ekonomi. Edukasi tersebut juga menegaskan bahwa Rupiah merupakan salah satu simbol kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), termasuk di wilayah kepulauan yang berbatasan dan berada jauh dari pusat pemerintahan.
Di sisi lain, kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan turut dilayani melalui Kas Keliling. Warga mendapatkan akses penukaran uang tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke pusat layanan perbankan.
Pelayanan semakin lengkap dengan kehadiran Tim Kesehatan Kodaeral IX. Sebanyak 46 warga Desa Werwaru memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang disediakan dalam rangkaian ERB 2026.
Hasil pemeriksaan menunjukkan sejumlah keluhan kesehatan yang dialami warga, mulai dari mialgia atau pegal linu, osteoarthritis atau pengapuran tulang, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dyspepsia atau gangguan lambung, hipertensi, hingga dermatitis berupa gangguan kulit dan gatal-gatal.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa misi ERB di wilayah 3T tidak berhenti pada distribusi dan edukasi Rupiah. Kolaborasi lintas instansi juga diarahkan untuk menyentuh kebutuhan dasar masyarakat secara langsung.
Total personel yang terlibat berasal dari berbagai unsur. Tim terdiri atas 15 personel ERB Bank Indonesia Provinsi Maluku, tiga personel Kesehatan Kodaeral IX, satu personel Dinas Penerangan Kodaeral IX, satu personel Intelijen Kodaeral IX, serta sembilan personel KRI Posepa-870.
Sejumlah pejabat dan unsur terkait turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Komandan KRI Posepa-870 Mayor Laut (P) Muhammad Fachri, Camat Moa, Kepala Desa Werwaru, Danposal Moa, Tim Kesehatan Kodaeral IX, Tim ERB Bank Indonesia Provinsi Maluku, serta masyarakat Desa Werwaru.
Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pelayanan di Werwaru, KRI Posepa-870 kembali melanjutkan pelayaran menuju sasaran berikutnya di Pulau Damer.
Perjalanan dari satu pulau ke pulau lainnya itu menjadi gambaran nyata tantangan pelayanan di Maluku sebagai provinsi kepulauan. Jarak dan keterisolasian wilayah tidak menjadi alasan untuk menghentikan upaya menghadirkan layanan publik dan memperkuat kedaulatan Rupiah.
Melalui ERB 2026, sinergi Bank Indonesia dan Kodaeral IX sekaligus memperlihatkan bahwa kehadiran negara di kawasan 3T dapat diwujudkan melalui aksi konkret, Rupiah menjangkau masyarakat, layanan kesehatan hadir, dan edukasi kebangsaan terus ditanamkan.
Bagi masyarakat di pulau-pulau terluar Maluku, ekspedisi tersebut bukan hanya sebuah pelayaran. Ia menjadi pesan bahwa di tengah keterbatasan akses dan jauhnya wilayah dari pusat pelayanan, negara tetap hadir. (F64)
