
BEKASI, Fakta64.com — Komitmen Pemerintah Kota Ambon dan Pemerintah Provinsi Maluku dalam mendorong literasi serta inklusi keuangan kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional.
Dalam puncak peringatan Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2026 yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi, Jumat (28/8/2026), Pemerintah Kota Ambon berhasil meraih Financial Literacy Award, sementara Provinsi Maluku dinobatkan sebagai Wilayah Implementasi Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) Terbaik Regional Nusa Tenggara-Maluku-Papua.
Penghargaan tersebut menjadi catatan penting bagi Maluku dan Kota Ambon di tengah upaya nasional memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan serta membangun budaya menabung sejak usia dini.
Pemerintah Kota Ambon meraih penghargaan pada kategori Pemerintah Daerah dengan Program Literasi Keuangan Terbaik tingkat kota, sebuah pengakuan atas peran pemerintah daerah dalam mendorong edukasi keuangan kepada masyarakat.
Sementara itu, Provinsi Maluku tampil sebagai yang terbaik dalam kategori Wilayah Implementasi KEJAR tingkat provinsi untuk Regional Nusa Tenggara-Maluku-Papua.
Program KEJAR sendiri merupakan salah satu strategi nasional untuk memperluas kepemilikan rekening di kalangan pelajar sekaligus membangun kebiasaan menabung sejak dini.
Puncak HIM dan BLK 2026 di Bekasi dihadiri sejumlah pejabat nasional dan kepala daerah dari berbagai wilayah Indonesia. Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, serta Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta, turut hadir dalam kegiatan tersebut bersama lebih dari 1.100 peserta yang terdiri dari pelajar dan mahasiswa.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, dalam kesempatan itu menegaskan pentingnya membangun kebiasaan menabung sejak usia dini.
Menurutnya, masyarakat tidak perlu menunggu memiliki banyak uang untuk mulai menabung. Kebiasaan menyisihkan uang sedikit demi sedikit justru menjadi langkah awal dalam membangun kemandirian finansial di masa depan.
Dijelaskan, data OJK menunjukkan, secara nasional tingkat literasi keuangan telah mencapai 69,57 persen, sementara inklusi keuangan mencapai 93,61 persen. Meski capaian tersebut telah menunjukkan perkembangan signifikan, tingkat literasi dan inklusi keuangan pada kelompok pelajar dan mahasiswa masih membutuhkan perhatian serius.
“Karena itu, OJK terus mendorong kolaborasi pemerintah, industri jasa keuangan, lembaga pendidikan dan seluruh pemangku kepentingan untuk memperluas akses keuangan bagi generasi muda,” jelasnya.
Lebih lanjut, dikatakan, melalui Program KEJAR, sepanjang September 2025 hingga Juni 2026 tercatat sebanyak 679 ribu rekening pelajar baru telah dibuka. Selain itu, lebih dari 270 ribu kegiatan Bank Goes to School telah dilaksanakan di sekitar 122 ribu sekolah di Indonesia.
“Capaian Kota Ambon dan Provinsi Maluku dalam penghargaan nasional ini menjadi sinyal positif bahwa upaya membangun generasi yang melek keuangan dan memiliki kebiasaan menabung mulai menunjukkan hasil,” tuturnya.
Ditambahkan, penghargaan tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan di Maluku untuk terus memperluas edukasi keuangan hingga menjangkau masyarakat di berbagai wilayah, termasuk generasi muda yang berada di daerah-daerah kepulauan.
OJK berharap melalui Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan 2026, budaya menabung dapat semakin mengakar di tengah masyarakat, khususnya generasi muda, sebagai fondasi menuju masyarakat yang mandiri, inklusif dan sejahtera secara finansial menuju Indonesia Emas 2045. (F64)
