
Saumlaki, Fakta64.com – PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku bersama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM), khususnya Biosolar bersubsidi, di Saumlaki tetap aman di tengah meningkatnya aktivitas pembangunan Proyek Blok Masela yang memicu lonjakan kebutuhan bahan bakar.
Peningkatan mobilitas kendaraan angkutan barang dan material untuk mendukung proyek strategis nasional tersebut berdampak pada naiknya konsumsi Biosolar, terutama pada jam-jam pagi. Namun, Pertamina menegaskan kondisi tersebut bukan disebabkan aksi panic buying, melainkan meningkatnya aktivitas distribusi logistik.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Ispiani Abbas, mengungkapkan hasil pemantauan di lapangan menunjukkan adanya kenaikan sekitar 20 persen aktivitas kendaraan angkutan dibandingkan bulan sebelumnya.
“Ini bukan panic buying, tetapi memang terjadi peningkatan aktivitas kendaraan pengguna Biosolar, terutama kendaraan angkutan barang dan material yang mendukung pembangunan Proyek Blok Masela,” katanya dalam rilis yang diterima media ini, Kamis, (6/8/2026).
Ia memastikan stok Biosolar subsidi yang disalurkan melalui dua SPBU di Saumlaki, termasuk cadangan di Fuel Terminal Saumlaki, masih dalam kondisi aman. Hingga Juli 2026, realisasi penyerapan kuota Biosolar subsidi baru mencapai sekitar 68 persen, sehingga pasokan masih terkendali.
Meski demikian, sebagai langkah antisipasi terhadap meningkatnya kebutuhan dalam beberapa bulan ke depan, Pertamina telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar untuk mengajukan penambahan kuota Biosolar kepada BPH Migas. Surat permohonan tersebut ditargetkan rampung pada akhir Agustus 2026.
Selain itu, Pertamina juga memperkuat sejumlah langkah pengamanan distribusi, mulai dari memprioritaskan pengiriman Biosolar dari Fuel Terminal Saumlaki, mengatur jam operasional SPBU, hingga melakukan penataan antrean kendaraan dengan dukungan pemerintah daerah dan aparat keamanan.
“Kami sudah memproyeksikan adanya peningkatan konsumsi seiring bertambahnya aktivitas ekonomi dan pembangunan. Seluruh upaya ini akan terus dimonitor agar distribusi BBM berjalan optimal. Koordinasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, dan pengelola SPBU juga terus diperkuat agar pelayanan tetap aman dan nyaman bagi masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Ricky Jauwerissa, menyatakan pemerintah daerah telah memahami kondisi meningkatnya kebutuhan Biosolar akibat aktivitas pembangunan di wilayah tersebut.
Menurutnya, Pemkab saat ini tengah menyelesaikan proyeksi kebutuhan BBM sebagai dasar pengajuan penambahan kuota kepada BPH Migas. Langkah itu diharapkan mampu menjamin kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung kelancaran pembangunan Proyek Blok Masela.
“Proyeksi sedang kami finalisasi dan segera dikirimkan agar kebutuhan masyarakat maupun aktivitas pembangunan proyek strategis di Kepulauan Tanimbar dapat terlayani dengan baik. Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing informasi yang belum jelas kebenarannya dan tidak melakukan panic buying. Gunakan BBM sesuai kebutuhan sehingga distribusi tetap kondusif,” ujarnya.
Sinergi antara Pertamina dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan BBM subsidi di Saumlaki, sehingga aktivitas masyarakat maupun pembangunan Proyek Blok Masela dapat terus berjalan tanpa kendala distribusi energi. (F64)
