
Ambon, Fakta64.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku terus memperkuat upaya meningkatkan literasi keuangan masyarakat melalui kolaborasi strategis dengan Kantor Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Maluku.
Sinergitas tersebut diwujudkan lewat kegiatan Edukasi Keuangan bagi Penyuluh Keluarga Berencana (KB), Tim Pendamping Keluarga, dan Pengelola Kampung Keluarga Berkualitas yang diikuti hampir 200 peserta dari seluruh kabupaten/kota di Maluku.
Program ini menjadi langkah nyata mengintegrasikan literasi keuangan dengan pembangunan keluarga berkualitas, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di tengah maraknya ancaman kejahatan keuangan digital.
Kepala OJK Provinsi Maluku, Haramain Billady, menegaskan, bahwa literasi keuangan merupakan fondasi penting dalam membangun keluarga yang mandiri, tangguh, dan sejahtera.
Menurutnya, kemampuan mengelola keuangan secara bijak akan membuat keluarga lebih siap menghadapi tantangan ekonomi sekaligus mampu merencanakan masa depan dengan lebih baik.
“Membangun keluarga berkualitas tidak hanya berbicara tentang kesehatan dan pendidikan, tetapi juga tentang kemampuan mengelola keuangan secara cerdas. Keluarga yang memiliki literasi keuangan yang baik akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan ekonomi, terhindar dari jeratan pinjaman online ilegal, judi online, maupun berbagai bentuk penipuan keuangan,” tegasnya.
Ia menjelaskan, kolaborasi dengan BKKBN bertujuan memastikan edukasi keuangan menjangkau hingga Kampung Keluarga Berkualitas di seluruh Maluku. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya memahami pentingnya pengelolaan keuangan, tetapi juga mampu memanfaatkan layanan keuangan formal secara aman dan bertanggung jawab.
“Saya berharap para Penyuluh KB, Tim Pendamping Keluarga, dan Pengelola Kampung Keluarga Berkualitas tidak hanya menjadi pendamping pembangunan keluarga, tetapi juga menjadi Penggerak Literasi Keuangan Maluku yang mampu mengedukasi masyarakat dalam mengelola keuangan, memanfaatkan layanan keuangan formal, serta terlindungi dari berbagai risiko kejahatan di sektor keuangan,” ujarnya.
Kegiatan edukasi tersebut dilaksanakan secara daring dan diikuti hampir 200 peserta dari seluruh wilayah Maluku. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, Edi Setiawan, mengikuti kegiatan secara virtual, sementara Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, Mincie H. Ubro, hadir langsung di Aula Pertemuan Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku.
Dalam sambutannya, Edi Setiawan mengapresiasi sinergi yang dibangun bersama OJK Provinsi Maluku.
Menurutnya, pembangunan keluarga berkualitas membutuhkan pendekatan yang menyeluruh, termasuk memperkuat ketahanan ekonomi melalui peningkatan literasi keuangan.
“Literasi keuangan menjadi salah satu instrumen penting dalam menciptakan keluarga yang mandiri, produktif, dan mampu mengambil keputusan keuangan secara tepat. Kami berkomitmen memperluas kolaborasi bersama OJK hingga menjangkau lebih banyak masyarakat melalui jaringan Kampung Keluarga Berkualitas di seluruh Provinsi Maluku,” ujarnya.
Dalam sesi edukasi, OJK Maluku membekali peserta dengan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan keluarga, mulai dari penyusunan anggaran rumah tangga, membangun budaya menabung, mengelola utang secara bertanggung jawab, hingga menyusun perencanaan keuangan untuk mencapai tujuan hidup keluarga.
Melalui metode yang interaktif dan aplikatif, para peserta didorong menjadi agen literasi keuangan yang mampu meneruskan pengetahuan tersebut kepada masyarakat di wilayah masing-masing.
Tak hanya itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menggunakan produk dan layanan jasa keuangan yang telah berizin dan diawasi OJK. Mereka juga diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus kejahatan keuangan digital yang semakin marak, seperti judi online (judol), pinjaman online (pinjol) ilegal, investasi ilegal, penipuan digital, hingga penyalahgunaan data pribadi yang dapat mengancam ketahanan ekonomi keluarga.
Melalui kolaborasi ini, OJK dan BKKBN berharap lahir semakin banyak keluarga di Maluku yang cerdas secara finansial, mampu mengambil keputusan keuangan yang tepat, serta memiliki daya tahan terhadap berbagai risiko kejahatan di sektor jasa keuangan. (F64)
