
Ambon, Fakta64.com – Komitmen membangun budaya kerja yang sehat, aman, dan tanggap terhadap situasi darurat terus diperkuat Bandar Udara Internasional Pattimura Ambon.
Melalui kegiatan Knowledge Sharing Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) yang dipadukan dengan sosialisasi pencegahan serta deteksi dini tumor dan kanker, perusahaan membekali karyawan dengan pengetahuan yang tidak hanya bermanfaat di lingkungan kerja, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Gedung Administrasi Lantai 2, Jumat (24/7/2026), diikuti para pegawai sejak pukul 09.00 hingga 10.30 WIT. Program tersebut menghadirkan pemateri internal perusahaan dan perwakilan Yayasan Binaan Kanker Nusantara (YBKN) Cabang Provinsi Maluku.
General Manager Bandar Udara Internasional Pattimura Ambon, Johan Seno Acton, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam meningkatkan kesehatan dan keselamatan kerja (K3), sekaligus membangun kesadaran akan pentingnya pencegahan penyakit sejak dini.
“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap kesehatan dan keselamatan kerja sekaligus meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya mencegah serta mengenali gejala awal kanker sedini mungkin,” katanya.
Pada sesi pertama, peserta mendapatkan pembekalan mengenai Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K). Materi difokuskan pada langkah-langkah dasar penanganan korban sebelum bantuan medis tiba, mulai dari memastikan lokasi kejadian aman hingga melakukan evaluasi kondisi korban menggunakan metode ASNT (Awas, Suara, Nyeri, Tidak Merespons) dan LDR (Lihat, Dengar, Rasakan).
Perwakilan manajemen perusahaan yang menjadi pemateri menjelaskan bahwa kemampuan memberikan pertolongan pertama secara cepat dan tepat dapat menjadi faktor penentu keselamatan korban dalam kondisi darurat.
“Kepanikan sering kali menjadi musuh utama saat terjadi kecelakaan. Dengan membekali karyawan menggunakan metode evaluasi sederhana seperti ASNT dan LDR, kami berharap mereka dapat memberikan pertolongan pertama yang tepat dan terukur sebelum tenaga medis tiba,” jelasnya.
Materi tersebut juga mengajak peserta memahami pentingnya tetap tenang, mengutamakan keselamatan diri, dan melakukan tindakan sesuai prosedur agar tidak memperburuk kondisi korban.
Memasuki sesi kedua, perhatian peserta diarahkan pada ancaman penyakit tumor dan kanker melalui pemaparan dari perwakilan Yayasan Binaan Kanker Nusantara (YBKN) Cabang Maluku, Nisa.
Dalam paparannya, Nisa menjelaskan berbagai jenis kanker yang kerap terlambat terdeteksi karena minim gejala, termasuk kanker nasofaring. Ia juga mengulas perbedaan tumor jinak seperti lipoma dan fibroadenoma mammae (FAM), serta pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Menurutnya, keberhasilan operasi pengangkatan kanker bukan berarti seseorang terbebas sepenuhnya dari ancaman penyakit. Risiko kekambuhan tetap ada apabila tidak dibarengi dengan pola hidup sehat dan kontrol medis secara rutin.
“Banyak jenis kanker, seperti kanker nasofaring, tidak menunjukkan gejala spesifik pada stadium awal sehingga sering kali terlambat disadari. Kami dari YBKN terus menekankan bahwa deteksi dini dan perawatan pencegahan secara konsisten adalah kunci, bahkan bagi mereka yang sudah pernah menjalani operasi pengangkatan tumor,” tegas Nisa.
Melalui kolaborasi edukasi P3K dan deteksi dini kanker ini, Bandar Udara Internasional Pattimura Ambon berharap seluruh pegawai memiliki kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat sekaligus semakin peduli terhadap kesehatan pribadi.
Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya perusahaan menciptakan lingkungan kerja yang produktif, aman, dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup seluruh insan perusahaan. (F64)
