
Tanimbar, Fakta64.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI Bahlil Lahadalia bersama Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid serta Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman tiba di Bandara Mathilda Batlayeri, Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, Kamis (16/7/2026).
Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Komandan Kodaerah IX, Laksda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H., M.H., didampingi Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Maluku, serta sejumlah pejabat terkait.
Kehadiran para menteri di Saumlaki merupakan bagian dari agenda peletakan batu pertama (groundbreaking) Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Abadi Blok Masela yang berlokasi di Desa Lermatang, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Groundbreaking tersebut menjadi tonggak penting dimulainya pembangunan salah satu proyek migas terbesar di Indonesia yang selama puluhan tahun mengalami berbagai kendala dan penundaan.
Sehari sebelumnya, Rabu (15/7/2026), Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa Presiden RI Prabowo Subianto semula dijadwalkan meresmikan groundbreaking Blok Masela melalui agenda kenegaraan.
“Insyaallah Presiden akan meresmikan groundbreaking Blok Masela,” ujar Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.
Bahlil menegaskan, proyek gas raksasa Abadi Masela kini memasuki babak baru setelah sekian lama tertahan akibat berbagai persoalan investasi dan pengambilan keputusan.
Menurutnya, pemerintah berkomitmen mempercepat realisasi proyek tersebut agar tidak lagi mengalami hambatan seperti yang terjadi pada masa lalu. Salah satu indikator kemajuan adalah rampungnya sejumlah tahapan penting, termasuk proses Front End Engineering and Design (FEED).
“Blok Abadi Masela ini puluhan tahun tertunda, tidak selesai-selesai. Setelah akhirnya ada keputusan dan kajian, saya minta Inpex segera jalan. Alhamdulillah sekarang sudah berjalan. Tahun 2027 masuk tahap konstruksi,” tegas Bahlil.
Dimulainya pembangunan PSN Blok Masela diharapkan menjadi penggerak baru pertumbuhan ekonomi di Maluku, membuka lapangan kerja, memperkuat ketahanan energi nasional, sekaligus mendorong pemerataan pembangunan di kawasan timur Indonesia. (F64)
