
JAKARTA, Fakta64.com – ParagonCorp telah memberangkatkan lebih dari 5.000 karyawannya untuk menunaikan ibadah umrah sejak program tersebut dimulai pada 2017.
Program ini menjadi bentuk apresiasi perusahaan terhadap karyawan yang telah mengabdi selama sedikitnya tujuh tahun.
Program Umrah Paragonian berawal dari keinginan Founder ParagonCorp, Nurhayati Subakat, agar sebanyak mungkin karyawan atau Paragonian mendapat kesempatan menginjakkan kaki di Tanah Suci.
“Memberangkatkan haji memiliki proses dan waktu tunggu tersendiri. Jadi ingin memberangkatkan Paragonian ke Tanah Suci sebanyak-banyaknya melalui umrah dulu,” ucapnya dalam rilis yang diterima media ini, Senin, (13/7/2026).
Menurutnya, berlandaskan nilai Ketuhanan sebagai salah satu fondasi utama perusahaan, ParagonCorp menilai pengembangan karyawan tidak cukup hanya dilakukan melalui peningkatan kompetensi profesional. Penguatan karakter, refleksi diri, dan pengalaman spiritual juga dipandang sebagai bagian penting dari pertumbuhan individu.
Program tersebut diberikan kepada karyawan dengan masa kerja minimal tujuh tahun. Penetapan masa kerja itu dilakukan setelah perusahaan memetakan lama pengabdian para karyawan.
Director of Corporate Affairs ParagonCorp, Astri Wahyuni, menjelaskan, bahwa angka tujuh tahun dipilih karena pada saat program dirancang, masa kerja tersebut menjadi titik dengan jumlah karyawan terbanyak.
“Waktu itu Ibu Nur menyebut angka tujuh tahun. Setelah dilakukan pemetaan masa kerja oleh tim HR, ternyata pas. Tujuh tahun menjadi titik terbanyak masa kerja Paragonian saat itu,” ungkapnya.
Program ini tidak hanya menyasar karyawan pada tingkat manajerial. Kesempatan umrah diberikan kepada pekerja dari berbagai lini, mulai dari Beauty Advisor, operator produksi, tenaga pendukung operasional, staf kantor, hingga jajaran manajemen.
Kebijakan tersebut menegaskan bahwa penghargaan perusahaan diberikan berdasarkan masa pengabdian dan kontribusi, bukan berdasarkan jabatan maupun fungsi pekerjaan.
Sejak pertama kali dilaksanakan pada 2017, lebih dari 5.000 Paragonian telah mengikuti program tersebut. Pelaksanaannya sempat mengalami penyesuaian selama pandemi COVID-19 pada 2020 dan 2021, sebelum kembali diberangkatkan pada 2022 hingga saat ini.
Menurutnya, perjalanan ke Tanah Suci tidak hanya dimaknai sebagai penghargaan atas masa kerja, tetapi juga sebagai ruang bagi karyawan untuk bertumbuh secara personal dan spiritual.
“Di ParagonCorp, kami percaya bahwa pertumbuhan perusahaan tidak dapat dipisahkan dari pertumbuhan setiap individu di dalamnya,” ujarnya.
Lebih lanjut, dikatakan, Program Umrah menjadi salah satu cara perusahaan memberikan ruang bagi Paragonian untuk bertumbuh secara utuh, tidak hanya dalam perjalanan karier, tetapi juga dalam perjalanan personal dan spiritualnya.
Pengalaman tersebut dirasakan Laras Anindya Putri, Beauty Advisor ParagonCorp asal Yogyakarta. Ia memperoleh kesempatan menunaikan ibadah umrah setelah tujuh tahun bergabung dengan perusahaan.
“Saya sangat bersyukur Allah memberikan jalan melalui ParagonCorp untuk dapat menunaikan ibadah umrah. Kesempatan ini menjadi anugerah yang sangat berarti bagi saya dan keluarga,” ungkapnya.
Ia berharap perjalanan tersebut menjadi momentum untuk memperbaiki diri, memperkuat keimanan, serta memberikan lebih banyak manfaat bagi orang-orang di sekitarnya.
ParagonCorp berharap peserta program dapat kembali dari Tanah Suci dengan karakter yang semakin matang, semangat kerja yang lebih kuat, dan kepedulian yang lebih besar terhadap keluarga, lingkungan, serta masyarakat.
Bagi perusahaan, Program Umrah Paragonian bukan sekadar agenda keberangkatan, melainkan investasi pada pertumbuhan manusia yang diharapkan membawa nilai kebaikan, kerendahan hati, dan semangat kebermanfaatan dalam kehidupan para karyawannya. (F64)
