
Ambon, Fakta64.com – Direktorat Jenderal Imigrasi mencatat kenaikan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor visa pada semester I tahun 2026. Nilainya mencapai Rp2,815 triliun, naik 6,42 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp2,645 triliun.
Kenaikan ini terjadi di tengah menurunnya total penerbitan visa dan situasi global yang masih penuh ketidakpastian. Kondisi tersebut menunjukkan adanya perubahan arah kebijakan Imigrasi, dari sekadar mengejar jumlah kedatangan menjadi memperkuat kualitas layanan, seleksi, dan pengawasan orang asing.
Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, mengatakan bahwa fokus Imigrasi saat ini tidak lagi bertumpu pada kuantitas, melainkan pada kualitas pelayanan dan efektivitas pengawasan.
“Kami mengedepankan transformasi digital dan selective policy untuk memastikan bahwa setiap orang asing yang masuk ke Indonesia memberikan nilai tambah bagi ekonomi nasional, tanpa mengabaikan aspek keamanan negara,” ujar Hendarsam, Rabu (8/7/2026).
Dijelaskan, sepanjang semester I-2026, total penerbitan visa tercatat sebanyak 3.924.500. Jumlah ini turun 6,77 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 4.209.465 penerbitan.
“Penurunan paling tajam terjadi pada layanan Bebas Visa Kunjungan atau BVK. Jumlahnya menyusut 87,91 persen, dari 438.423 penerbitan pada semester I-2025 menjadi 52.999 penerbitan pada semester I-2026,” ujarnya.
Dia menambahkan, meski penerbitan visa secara jumlah menurun, kontribusi terhadap penerimaan negara justru meningkat. Hal ini menjadi sinyal bahwa kebijakan keimigrasian mulai diarahkan pada layanan yang lebih bernilai dan terukur.
Lebih lanjut, dominasi kunjungan wisatawan mancanegara masih dipimpin oleh Australia dengan 848.802 kunjungan. Posisi berikutnya ditempati China sebanyak 668.432 kunjungan, India 334.107 kunjungan, Korea Selatan 202.101 kunjungan, dan Amerika Serikat 186.463 kunjungan.
Sementara itu, kata dia, implementasi Golden Visa juga mulai menunjukkan perkembangan positif dengan 143 penerbitan sepanjang semester pertama tahun ini.
Dia menambahkan, pada periode Januari hingga Juni 2026, jenis visa yang paling banyak diterbitkan adalah Visa on Arrival sebanyak 3.481.490 penerbitan. Setelah itu, terdapat visa kunjungan indeks C1 sebanyak 113.323 penerbitan dan visa kunjungan indeks C20 untuk keperluan instalasi alat sebanyak 83.852 penerbitan.
Diketahui, di sisi pengawasan, Ditjen Imigrasi mencatat 10.911 tindakan administratif keimigrasian telah dijalankan. Dari jumlah tersebut, 3.260 tindakan berupa pembatalan izin tinggal dan deportasi.
Tindakan tersebut diberikan terhadap individu yang dinilai melakukan kegiatan berbahaya, mengancam keamanan dan ketertiban umum, serta melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan.
Selain tindakan administratif, Imigrasi juga memproses hukum 23 warga negara asing. Sebanyak 17 orang masih dalam tahap penyidikan, empat orang dalam proses persidangan, dan satu orang telah memperoleh putusan hukum tetap.
“Setiap tindakan administratif, mulai dari penangkalan hingga deportasi, merupakan langkah kami untuk menyaring kualitas orang asing yang masuk untuk meminimalisasi potensi risiko yang akan mengganggu keamanan dan ketertiban nasional,” tegasnya.
Dalam enam bulan terakhir, tercatat pula 401 warga negara Indonesia dan 36 warga negara asing dicegah keluar dari Indonesia atas permintaan aparat penegak hukum.
Selain itu, sebanyak 2.102 warga negara asing telah dimasukkan dalam daftar penangkalan. Dari jumlah tersebut, 1.959 orang atau 93,2 persen terkait pelanggaran keimigrasian.
Petugas di lapangan juga melakukan 1.704 penundaan keberangkatan terhadap pelintas yang terindikasi berisiko.
Untuk layanan domestik, Imigrasi telah menerbitkan 1.673.816 paspor. Sementara itu, sebanyak 9.017 permohonan paspor ditolak karena tidak memenuhi persyaratan.
Bagi warga asing yang menetap di Indonesia, Imigrasi mencatat 23.082 penerbitan Izin Tinggal Terbatas atau ITAS dan 3.330 penerbitan Izin Tinggal Tetap atau ITAP. Selain itu, terdapat 54 permohonan Global Citizenship of Indonesia yang telah diproses.
Data perlintasan menunjukkan angka yang hampir seimbang antara kedatangan dan keberangkatan. Sepanjang semester I-2026, tercatat 12.891.069 kedatangan dan 12.866.474 keberangkatan, baik WNI maupun WNA.
Ia menegaskan, capaian semester pertama tahun ini akan menjadi pijakan bagi Ditjen Imigrasi untuk memperkuat pelayanan publik dan pengawasan pada paruh kedua 2026.
“Capaian semester pertama ini menjadi batu loncatan bagi kami. Ke depan, kami akan terus mengupayakan pelaksanaan tugas dan fungsi keimigrasian yang lebih baik serta mampu merespons tantangan global yang semakin dinamis,” tutupnya. (F64)
