
Jakarta, Fakta64.com – Wardah mencatat sejarah baru di panggung kreativitas dunia. Melalui inovasi Hear in Hijab, Wardah meraih Cannes Lion pertamanya pada ajang Cannes Lions International Festival of Creativity 2026 yang berlangsung di French Riviera, Prancis, 22–26 Juni 2026.
Penghargaan Bronze Lion pada kategori Brand Experience & Activation – Cultural Engagement itu diraih Wardah bersama Dentsu Creative Jakarta dan Digital Nativ. Kemenangan ini menjadi bukti bahwa inovasi yang lahir dari kebutuhan nyata perempuan Muslim Indonesia mampu menembus panggung global.
Hear in Hijab merupakan alat bantu dengar yang dirancang khusus bagi perempuan berhijab, terutama lansia yang mengalami gangguan pendengaran. Inovasi ini menjawab persoalan sederhana tetapi penting: alat bantu dengar konvensional kerap tidak nyaman digunakan bersama hijab.
Berbeda dari alat bantu dengar biasa, Hear in Hijab menggunakan mikrofon berbentuk bros yang dikenakan di bagian luar hijab. Mikrofon tersebut menangkap suara secara lebih optimal, lalu mengirimkannya secara nirkabel ke perangkat penerima di telinga. Dengan begitu, pengguna tetap dapat mendengar dengan nyaman tanpa harus mengganggu cara mereka berhijab.
Inovasi ini dikembangkan melalui kolaborasi Wardah, Dentsu Creative Jakarta, Digital Nativ, serta para perempuan berhijab lansia yang terlibat langsung dalam proses riset dan uji pengalaman pengguna. Pendekatan berbasis empati itu membuat Hear in Hijab tidak hanya menonjol sebagai produk teknologi, tetapi juga sebagai solusi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari penggunanya.
Sebelum meraih penghargaan di Cannes Lions 2026, Hear in Hijab lebih dulu memenangkan Grand Prix of Medium, penghargaan tertinggi pada Citra Pariwara 2025. Capaian beruntun tersebut menunjukkan bahwa gagasan yang berangkat dari konteks lokal Indonesia dapat memperoleh pengakuan di tingkat nasional maupun internasional.
Group Head of New Brand Innovation ParagonCorp, Khikin Indahsari, mengatakan inovasi ini sejalan dengan komitmen Wardah dalam mendampingi perempuan di setiap tahap kehidupan.
“Wardah selalu percaya bahwa kecantikan adalah milik setiap perempuan, di setiap tahap kehidupannya. Kecantikan tidak dapat dipisahkan dari cara mereka menjalani kehidupan. Hijab merupakan ekspresi iman dan identitas yang erat kaitannya dengan rasa percaya diri, kemampuan untuk mendengar dengan jelas orang-orang yang mereka cintai, serta rasa hadir dan berdaya,” ucapnya dalam rilis yang diterima media ini.
Menurutnya, misi Wardah tidak hanya berhenti pada produk kecantikan, tetapi juga pada dampak yang lebih luas bagi kehidupan perempuan Indonesia.
“Hear in Hijab merupakan wujud paling langsung dari misi tersebut,” jelasnya.
Sementara itu, Chief Creative & Experience Officer Dentsu Creative Indonesia, Defri Dwipaputra, menilai karya ini lahir dari pemahaman terhadap kompleksitas kehidupan masyarakat Indonesia.
“Indonesia adalah pasar dengan cara hidup yang sangat berlapis, dengan nilai spiritual yang kuat dan kebutuhan yang tidak bisa disederhanakan. Perempuan di Indonesia, khususnya, layak mendapatkan brand yang berani menghadapi kompleksitas tersebut secara jujur,” ujarnya.
Ia menegaskan, inovasi dan teknologi seharusnya tidak hanya menjadi simbol kemajuan, tetapi juga alat perubahan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Sebagai Purposeful Beauty Tech Company, ParagonCorp menyatakan akan terus mendorong inovasi yang memadukan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kreativitas. Melalui Wardah, perusahaan berupaya menghadirkan solusi yang tidak hanya berorientasi pada penampilan, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup perempuan.
Penghargaan ini menjadi tonggak penting bagi Wardah dan ParagonCorp dalam memperkuat posisi inovasi Indonesia di tingkat global.
Ke depan, Wardah menyatakan akan terus berkolaborasi dengan berbagai mitra untuk menghadirkan inovasi yang inklusif, relevan, dan berdampak bagi masyarakat. (F64)
