
SBB, Fakta64.com – Lito Benities (51), nelayan asal Desa Kawa, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), akhirnya ditemukan selamat setelah sempat hilang saat melaut selama dua hari. Korban ditemukan oleh kapal nelayan yang melintas di sekitar perairan Gomumu, Kabupaten Halmahera Selatan, Minggu (21/6/2026).
Informasi hilangnya korban pertama kali dilaporkan BPBD Kabupaten SBB kepada Tim SAR pada Sabtu (20/6/2026) sekitar pukul 20.40 WIT. Korban dilaporkan pergi melaut menggunakan longboat, namun tak kunjung kembali ke Desa Kawa.
Dantim Ops SAR Desa Kawa, Poniman Arsad, mengatakan pencarian memasuki hari kedua dengan mengerahkan dua Search and Rescue Unit (SRU). Tim melakukan penyisiran menggunakan longboat masyarakat dan rubber boat Basarnas di sejumlah titik koordinat yang telah ditentukan.
Upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil pada pukul 15.15 WIT. Korban ditemukan dalam keadaan selamat oleh kapal nelayan yang sedang melintas di perairan Gomumu, Halmahera Selatan, dengan jarak sekitar 58 nautical mile dari lokasi kejadian awal.
“Beberapa jam kemudian, longboat masyarakat Kawa berhasil menemukan korban bersama kapal nelayan tersebut. Korban kemudian diserahkan dan dievakuasi menuju Desa Kawa,” ujar Poniman dalam keterangannya, Senin (22/6/2026).
Berdasarkan keterangan korban, ia hanyut setelah mesin motor tempel pada longboat miliknya mengalami kerusakan. Kondisi itu membuat korban terbawa arus hingga akhirnya bertahan selama beberapa hari di laut sebelum ditemukan.
“Korban hanyut akibat kerusakan mesin motor tempel longboat miliknya. Kini korban telah diserahkan kepada pihak keluarga dalam keadaan selamat,” jelas Poniman.
Operasi SAR melibatkan sejumlah unsur, di antaranya Basarnas Ambon, BPBD SBB, dan masyarakat setempat. Pencarian dilakukan dengan dukungan truck personel, rubber boat, dan longboat masyarakat.
Saat operasi berlangsung, kondisi cuaca dilaporkan hujan ringan dengan angin bertiup dari arah timur hingga tenggara berkecepatan 26 knot. Tinggi gelombang di area pencarian mencapai sekitar 1,25 meter.
Dengan ditemukannya korban dalam keadaan selamat, operasi SAR resmi dinyatakan selesai dan ditutup.
“Seluruh unsur potensi SAR yang terlibat dikembalikan ke satuannya masing-masing dengan ucapan terima kasih,” tutup Poniman. (F64)
