
AMBON, Fakta64.com – Komitmen mendorong transformasi pendidikan digital kembali ditegaskan Telkomsel melalui program Terpujilah GURU yang digelar di Kota Ambon, Rabu (10/6/2026).
Ambon menjadi kota ketujuh dari total 10 kota pelaksanaan roadshow nasional sekaligus satu-satunya kota di kawasan Indonesia Timur yang dipercaya menjadi lokasi penyelenggaraan program tersebut.
Kegiatan yang dipusatkan di Cafe Teluk Ambon itu melibatkan sekitar 150 guru dari berbagai sekolah dan menjadi bagian dari inisiatif Telkomsel Par Ambon dalam memperluas pemerataan literasi digital hingga ke wilayah timur Indonesia.
Program Terpujilah GURU merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Telkomsel yang berfokus pada peningkatan kapasitas tenaga pendidik menghadapi tantangan era digital. Melalui program ini, para guru dibekali kemampuan memanfaatkan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), guna mendukung proses pembelajaran yang lebih kreatif, efektif, dan relevan dengan perkembangan zaman.
Roadshow di Ambon dihadiri VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel Abdullah Fahmi, VP Consumer Business Area Pamasuka Muharlis, Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena, serta perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku.
Abdullah Fahmi mengatakan, transformasi digital di sektor pendidikan tidak akan berjalan optimal tanpa kesiapan para guru sebagai ujung tombak pembelajaran di ruang kelas.
“Melalui semangat Melayani Sepenuh Hati, Telkomsel memberdayakan guru agar mampu menciptakan hari yang lebih baik dan masa depan yang gemilang. Terpujilah GURU hadir untuk membantu tenaga pendidik memanfaatkan teknologi secara tepat guna sehingga pembelajaran menjadi lebih efektif, kreatif, dan berdampak,” katanya.
Menurut Fahmi, konektivitas tidak hanya dipandang sebagai infrastruktur, melainkan sarana yang membuka peluang bagi masyarakat untuk berkembang dan beradaptasi di era digital. Karena itu, guru didorong tidak hanya berperan sebagai pendidik, tetapi juga sebagai Educator, Creator, dan Innovator.
Program ini menjadi semakin relevan di tengah tantangan kualitas pendidikan nasional. Berdasarkan hasil Uji Kompetensi Guru (UKG), sekitar 81 persen guru di Indonesia disebut belum mencapai standar kompetensi minimum. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya penguatan kapasitas tenaga pendidik agar mampu menjawab kebutuhan pembelajaran masa depan.
Dalam pelaksanaannya, peserta memperoleh pelatihan pemanfaatan AI untuk meningkatkan produktivitas kerja, pembuatan konten edukasi kreatif, hingga desain visual bahan ajar. Selain peningkatan keterampilan digital, para guru juga mendapatkan kesempatan membangun jejaring komunitas, mengembangkan portofolio materi pembelajaran, serta memperoleh pendampingan dan apresiasi.
Program Terpujilah GURU berlangsung sepanjang Mei hingga September 2026 dengan target menjangkau lebih dari 1.000 guru di berbagai daerah melalui tahapan scouting, screening, academy, mentoring, hingga bootcamp.
Untuk memperluas dampak program, Telkomsel turut menggandeng sejumlah organisasi dan komunitas pendidikan seperti PGRI, MGMP, Guru Pejuang Digital, PPG Prajabatan, dan 1000 Guru.
Melalui program ini, Telkomsel menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui pemanfaatan teknologi digital yang inklusif dan merata hingga ke wilayah timur Indonesia. (F64)
