
AMBON, Fakta64.com – Pemerintah Provinsi Maluku menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 secara khidmat di halaman belakang Kantor Gubernur Maluku, Senin (1/6/2026).
Upacara tersebut diikuti para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Provinsi Maluku sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai dasar bangsa Indonesia yang lahir pada 1 Juni 1945.
Sekretaris Daerah Maluku, Ir. Sadali Ie, M.Si., IPU, bertindak sebagai Inspektur Upacara.
Sementara itu, Plt. Kepala Biro Organisasi Setda Maluku, Marisca L.N. Kakiailatu, S.STP., M.Si., dipercaya sebagai Komandan Upacara.
Adapun Perwira Upacara dijabat Kepala Dinas Koperasi dan UKM Maluku, Suriyanti Anwar, S.STP., M.Si.
Pengibaran Bendera Merah Putih dilakukan oleh perwakilan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) SMA Negeri 1 Ambon, sedangkan doa dipimpin oleh staf Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Maluku, Yudha Sagita, S.Tr.IP.
Dalam kesempatan tersebut, Sekda Maluku membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Yudian Wahyudi.
Dalam pidato itu ditegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi merupakan momentum refleksi untuk memastikan nilai-nilai Pancasila tetap hidup dan menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, peringatan tahun ini menegaskan peran strategis Pancasila sebagai perekat persatuan nasional sekaligus kontribusi Indonesia dalam membangun perdamaian dunia yang berkelanjutan.
Dalam pidato tersebut disebutkan bahwa di tengah berbagai tantangan global, mulai dari ketidakpastian ekonomi, disrupsi teknologi hingga ancaman fragmentasi sosial, Pancasila tetap menjadi bintang penuntun yang menjaga Indonesia tetap kokoh sebagai bangsa yang majemuk.
Dengan lebih dari 17 ribu pulau dan ratusan kelompok etnis, Indonesia dinilai berhasil membuktikan bahwa keberagaman dapat dipersatukan dalam satu identitas kebangsaan yang kuat.
Pancasila juga disebut sebagai jangkar moral bangsa dalam menghadapi dinamika geopolitik dunia. Indonesia, sebagai negara besar, terus menunjukkan komitmennya terhadap perdamaian global melalui partisipasi dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta konsisten menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa yang masih mengalami penindasan.
“Perdamaian bukan sekadar tidak adanya perang, tetapi hadirnya keadilan bagi seluruh umat manusia,” demikian kutipan pesan yang disampaikan dalam pidato tersebut.
Kepada generasi muda, pemerintah mengajak untuk menjadikan Pancasila sebagai living ideology atau ideologi yang hidup dan relevan dalam menjawab berbagai tantangan zaman. Sementara bagi para kepala daerah, ditekankan pentingnya menghadirkan kebijakan publik yang berlandaskan keadilan sosial, melindungi hak-hak masyarakat kecil, serta memberikan perhatian kepada kelompok rentan.
Menutup pidato tersebut, seluruh elemen bangsa diajak untuk terus meneguhkan komitmen kebangsaan dan menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi nilai religiusitas, persatuan, serta kemanusiaan.
“Selama darah Indonesia masih mengalir dalam tubuh kita, Pancasila akan selalu hidup dalam denyut nadi seluruh anak bangsa,” tegasnya.
(F64)
