
SBB, Fakta64.com – Bentrokan antar pemuda dari Desa Ariate dan Dusun Tanah Goyang, Desa Loki, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat, mengakibatkan dua orang mengalami luka bacok, Sabtu, 30 Mei 2026.
Kapolres Seram Bagian Barat, AKBP Andi Zulkifli, S.I.K., M.M., menjelaskan, bahwa peristiwa tersebut berawal saat sejumlah pemuda asal Desa Ariate menghadiri pesta rakyat atau joget yang digelar di Dusun Tanah Goyang.
Saat kegiatan berlangsung, sempat terjadi perkelahian antar pemuda di luar area tenda acara.
Usai kegiatan berakhir, seorang pemuda asal Desa Ariate bernama Nando Kakisina kembali terlibat perkelahian dengan seorang pemuda dari Dusun Tanah Goyang. Setelah insiden tersebut, Nando kemudian kembali ke Desa Ariate.
Namun tidak lama berselang, Nando Kakisina bersama beberapa rekannya kembali mendatangi Dusun Tanah Goyang. Ketegangan kembali terjadi hingga berkembang menjadi aksi saling lempar batu antara dua kelompok pemuda.
Dalam bentrokan tersebut, salah seorang pemuda Dusun Tanah Goyang diduga melakukan pembacokan terhadap Vino Kakihari (21), warga Desa Ariate. Akibatnya, korban mengalami luka bacok pada bagian lengan kanan.
Tidak lama setelah itu, terjadi aksi balasan dari pihak Desa Ariate yang menyebabkan Rafli Mufakat (25), warga Dusun Tanah Goyang yang juga menjabat sebagai Sekretaris Dusun, mengalami luka bacok pada bagian kepala dan tangan.
Vino Kakihari saat ini menjalani perawatan medis di Puskesmas Desa Ariate. Korban telah mendapatkan penanganan, luka telah dijahit, dan kondisinya dilaporkan dalam keadaan sadar.
Sementara itu, Rafli Mufakat dirawat di Puskesmas Tanah Goyang. Meski luka korban telah dijahit, Rafli dilaporkan mengalami pendarahan pada bagian kepala sehingga direncanakan akan dievakuasi menggunakan speedboat ke Kota Ambon untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.
AKBP Andi Zulkifli mengatakan, bentrokan tersebut dipicu oleh konflik antar pemuda yang tidak segera diselesaikan sejak insiden awal terjadi. Akibatnya, persoalan tersebut berkembang menjadi bentrokan kelompok hingga sempat terjadi penutupan jalan di beberapa titik.
Saat ini, empat orang terduga pelaku telah diamankan di Polres Seram Bagian Barat.
Mereka masing-masing satu orang dari Desa Ariate berinisial EIK, serta tiga orang dari Dusun Tanah Goyang berinisial MT, AW, dan AT.
“Kasus ini masih dalam proses penyelidikan dan pengembangan oleh Unit Reskrim Polres Seram Bagian Barat,” ujarnya.
Menurut Kapolres, penggunaan senjata tajam dalam bentrokan tersebut berpotensi meningkatkan eskalasi konflik dan memicu aksi balas dendam dari kedua belah pihak. Situasi keamanan di wilayah Desa Ariate dan Dusun Tanah Goyang juga masih berpotensi berkembang apabila tidak segera dilakukan langkah penanganan dan rekonsiliasi.
Untuk mencegah meluasnya konflik, aparat keamanan terus melakukan pemantauan dan pengamanan di wilayah Kecamatan Huamual. Pengamanan dilakukan melalui peningkatan patroli di lokasi rawan, penempatan personel pada titik-titik strategis, serta koordinasi dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.
Aparat bersama pemerintah setempat juga terus mendorong upaya rekonsiliasi antara kedua kelompok pemuda yang terlibat. Hingga saat ini, arus lalu lintas di wilayah tersebut dilaporkan telah kembali normal. (F64)
