
Jayapura, Fakta64.com — Telkomsel mengumumkan 20 finalis terpilih dari Program Papua Maluku Digital Bootcamp (PMDB) 2026, sebuah inisiatif Corporate Social Responsibility (CSR) yang berfokus pada penguatan kapasitas talenta muda di wilayah timur Indonesia melalui peningkatan keterampilan digital serta implementasi inovasi sosial.
Program ini menarik minat besar dari mahasiswa di kawasan Papua dan Maluku. Sebanyak 3.099 peserta dari 33 kampus mengikuti proses seleksi yang berlangsung selama rangkaian bootcamp.
Penilaian dilakukan berdasarkan konsistensi kehadiran di setiap sesi live class, tingkat keaktifan peserta, hasil pre-test dan post-test, kualitas assignment bersama Telkomsel dan The Local Enablers, serta performa saat pitching proyek inovasi sosial pada akhir program.
Memasuki tahap implementasi, 20 finalis yang terpilih akan menjalankan solusi socioinnovation yang telah mereka rancang selama lima bulan ke depan. Pelaksanaan proyek dilakukan bersama para mentor di wilayah kerja Telkomsel.
Selain pendampingan, perusahaan juga memberikan dukungan berupa anggaran operasional guna memastikan setiap inisiatif dapat berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi komunitas setempat.
Program PMDB juga sejalan dengan kampanye #KoPastiBisa, gerakan pemberdayaan yang diinisiasi Telkomsel untuk mendorong generasi muda Papua dan Maluku agar semakin percaya diri, berani belajar, serta memanfaatkan peluang pengembangan diri yang tersedia. Melalui kampanye ini, Telkomsel ingin menegaskan bahwa talenta muda di wilayah timur memiliki potensi yang setara dengan daerah lain dan berhak memperoleh akses yang sama untuk berkembang.
General Manager Mobile Consumer Business Telkomsel Region Maluku and Papua, Fajri Adi Firmansyah, mengatakan bahwa Papua Maluku Digital Bootcamp merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam menghadirkan akses pembelajaran digital yang inklusif bagi generasi muda di wilayah tersebut.
“Inisiatif Papua Maluku Digital Bootcamp adalah wujud nyata komitmen Telkomsel untuk menghadirkan akses pembelajaran digital yang inklusif bagi generasi muda Papua dan Maluku. Kami percaya mereka memiliki potensi besar sebagai talenta masa depan bangsa. Melalui pendampingan intensif, ekosistem mentoring, dukungan operasional, serta kampanye #KoPastiBisa, kami ingin memastikan mereka punya keberanian dan kapasitas untuk bersaing di industri masa depan, baik di tingkat nasional maupun internasional,” katanya dalam release yang diterima media ini, Senin, (23/2/2026).
Ia menambahkan, Telkomsel hadir tidak hanya sebagai entitas bisnis, tetapi juga mitra strategis yang bertumbuh bersama masyarakat. Menurutnya, perusahaan ingin membuka jalan dan memperluas kesempatan bagi generasi muda, terutama di wilayah yang masih memiliki keterbatasan akses terhadap pendidikan informal digital.
Semangat tersebut juga dirasakan oleh para peserta. Salah satu finalis, Putra Angga Al Aslam, mahasiswa Universitas Musamus Merauke, mengaku program ini memberinya keberanian baru untuk berkarya.
Ia menilai bootcamp tersebut mendorong peserta untuk melihat langsung berbagai persoalan di lapangan dan menghadirkan solusi yang relevan bagi masyarakat.
PMDB sendiri dihadirkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap akses pendidikan informal digital yang masih terbatas di Papua dan Maluku.
Seluruh rangkaian program diberikan secara gratis dengan kurikulum yang menitikberatkan pada keterampilan praktis, proyek berbasis komunitas, serta coaching ekosistem agar inovasi sosial dapat berjalan berkelanjutan.
Pada tahap implementasi, para finalis juga didorong untuk memvalidasi solusi yang mereka rancang bersama pemangku kepentingan lokal serta membangun kolaborasi yang lebih luas. Dengan diumumkannya 20 finalis PMDB 2026, Telkomsel mengajak berbagai pihak—mulai dari pemerintah daerah, komunitas, akademisi, hingga sektor swasta—untuk turut mendukung ekosistem pemberdayaan talenta muda di Papua dan Maluku.
Telkomsel meyakini bahwa pemerataan kapabilitas digital menjadi fondasi penting dalam membangun generasi yang mampu berkompetisi sekaligus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi digital Indonesia. (F64)
