
Ambon, Fakta64.com – Program Sedekah Kurma “Sedekah Inspirasi” resmi dibuka bersamaan dengan peluncuran logo baru Rumah Inspirasi & Literasi Maluku dalam dialog inspiratif yang digelar di Kafe Media Graha Ambon Ekspres, Minggu (15/2/2026).
Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya gerakan kolaboratif bertajuk “Ramadhan Inspirasi” yang akan menjangkau sejumlah desa dan dusun di Kota Ambon, Kabupaten Maluku Tengah, hingga Kabupaten Seram Bagian Barat.
Kegiatan bertema “Merawat Empati, Menyalakan Inspirasi Ramadhan” ini dihadiri puluhan peserta dari berbagai latar belakang komunitas dan insan pers di Kota Ambon.
Pembukaan program dilakukan Ketua BPC HIPMI Kota Ambon yang juga menjabat sebagai Anggota DPRD Kota Ambon, Muhammad Fadli Toisutta.
Dalam keynote speech sebelum dialog dimulai, Toisutta menegaskan pentingnya kolaborasi sosial untuk memperkuat solidaritas masyarakat.
“Gerakan sedekah seperti ini bukan sekadar kegiatan berbagi, tetapi upaya membangun solidaritas sosial dan kepedulian bersama. Ramadhan harus menjadi momentum memperkuat empati dan gotong royong. Pemerintah dan sektor usaha tentu mendukung gerakan sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat,” katanya usai membuka Program Sedekah Kurma “Sedekah Inspirasi”, di Kafe Media Graha Ambon Ekspres, Minggu (15/2/2026).
Ia menilai keterlibatan komunitas, pelaku usaha, dan generasi muda menjadi kunci keberlanjutan gerakan kemanusiaan di Maluku.
Dialog inspiratif menghadirkan akademisi Universitas Muhammadiyah Maluku sekaligus pengurus PW Pemuda Muhammadiyah Maluku, Ismail Borut, yang memaparkan perspektif akademik tentang nilai sedekah dalam kehidupan sosial.
“Dalam perspektif sosial-keagamaan, sedekah bukan hanya tindakan karitatif, tetapi mekanisme membangun kohesi sosial. Praktik berbagi menumbuhkan solidaritas, mengurangi kesenjangan, dan memperkuat rasa kebersamaan dalam masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Divisi Program dan Pendayagunaan Laznas BMH Maluku, Zulkarnain, membagikan pengalaman dan tantangan menjalankan misi kemanusiaan di wilayah kepulauan.
“Tantangan utama kerja kemanusiaan di Maluku adalah akses wilayah dan keterbatasan distribusi. Namun semangat masyarakat untuk berbagi sangat besar. Kolaborasi dengan komunitas lokal menjadi kunci agar bantuan dapat menjangkau daerah terpencil,” tuturnya.
Ia menambahkan, lembaganya secara nasional mengelola dana zakat, infak, sedekah, wakaf, dan CSR untuk program pendidikan, dakwah, sosial kemanusiaan, serta pemberdayaan ekonomi.
Dialog juga menyoroti peran generasi muda melalui paparan perwakilan DPD KNPI Maluku, Usman Bugis, yang menekankan pentingnya keterlibatan pemuda dalam gerakan sosial berbasis komunitas.
Direktur Rumah Inspirasi & Literasi Maluku, Fahrul Kaisuku, menjelaskan, bahwa dialog ini menjadi tanda dimulainya program kolaborasi tahunan bersama Roemah Beta Kreatif.
“Sedekah Inspirasi – Sedekah Kurma merupakan program rutin lima tahun terakhir setiap Ramadhan. Tahun ini kami ingin memperluas jangkauan dan mengoptimalkan partisipasi masyarakat agar manfaatnya dirasakan lebih luas,” paparnya.
Ia menambahkan, Rumah Inspirasi merupakan perkumpulan relawan sosial yang berdiri sejak 2014 dan berfokus pada literasi, pendidikan nonformal, penyantunan sosial, serta pelestarian lingkungan.
Organisasi ini telah membangun taman baca di Negeri Iha Kulur dan aktif dalam kegiatan sosial di Pulau Seram dan Kota Ambon.
Direktur Roemah Beta Kreatif, Farham Suneth, menegaskan bahwa kerja kemanusiaan membutuhkan kolaborasi lintas pihak.
“Kerja-kerja kemanusiaan membutuhkan kolaborasi semua pihak. Melalui program ini, kami mengajak masyarakat merawat empati dengan berbagi sedekah, bukan hanya kurma tetapi juga Al-Qur’an dan paket kebutuhan ibadah. Kami turun langsung ke kabupaten, desa hingga dusun,” ujarnya.
Diketahui, Program Sedekah Kurma menjadikan Kafe Media Graha Ambon Ekspres sebagai stasiun pengumpulan donasi kurma dari masyarakat. Donasi dapat diantar langsung ke lokasi dan diserahkan kepada petugas yang berjaga, atau melalui Rumah Inspirasi dan Roemah Beta Kreatif melalui kanal komunikasi yang tersedia.
Penyaluran bantuan akan dilakukan sepanjang Ramadhan 1447 Hijriah dalam tiga fase, yakni 10 hari pertama, kedua, dan ketiga. Selain kurma, masyarakat juga dapat menyumbangkan Al-Qur’an, buku, serta paket bantuan lain untuk menggembirakan Ramadhan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Acara ditutup dengan penyerahan simbolis bantuan kurma dari para donatur sebagai tanda dimulainya gerakan sedekah Ramadhan tahun ini. (F64)
