
Ambon, fakta64.com – Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Ambon, Lisa Wattimena, menegaskan pentingnya peran orang tua dan kader dalam menjaga kualitas layanan kesehatan dasar di tingkat desa dan kelurahan.
Penegasan itu disampaikan Lisa saat mengunjungi Posyandu Nahel II di Amahusu dan Posyandu Irene di Latuhalat, Kamis (19/2/2026).
Dalam kunjungan tersebut, ia mengingatkan para orang tua agar tidak abai membawa anak ke Posyandu setiap bulan.
Menurutnya, Posyandu merupakan garda terdepan dalam memantau pertumbuhan dan perkembangan anak sejak dini. Kehadiran orang tua secara rutin dinilai menjadi kunci untuk memastikan anak mendapatkan layanan penimbangan, pengukuran, imunisasi, hingga penyuluhan gizi secara berkala.
“Jangan malas datang ke Posyandu. Di sini kita bisa tahu apakah pertumbuhan anak sesuai usia atau tidak,” ujar Lisa di sela-sela kunjungan.
Tak hanya menyasar orang tua, Lisa juga mengingatkan para kader agar memberikan pelayanan yang ramah dan humanis kepada masyarakat.
Sikap kader, kata dia, sangat memengaruhi kenyamanan warga saat mengakses layanan.
Ia menilai, pendekatan yang bersahabat akan mendorong partisipasi masyarakat. Sebaliknya, jika kader bersikap keras atau kurang komunikatif, warga bisa enggan datang sehingga pelayanan kesehatan anak tidak berjalan optimal.
Selain itu, Lisa mendorong orang tua yang memiliki anak usia tiga tahun ke atas untuk mulai memasukkan anak ke Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Pendidikan usia dini dinilai berperan penting dalam menstimulasi perkembangan motorik, kognitif, bahasa, dan sosial anak.
“Kalau anak sudah masuk PAUD sejak usia tiga tahun, kesiapan mental dan kemampuan dasarnya akan lebih baik saat masuk jenjang pendidikan berikutnya,” jelasnya.
Dalam kunjungan tersebut, Lisa hadir bersama sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD). Ia mengatakan, kehadiran pemerintah di Posyandu menjadi bukti komitmen untuk memastikan pelayanan publik menjangkau masyarakat hingga tingkat paling bawah di Kota Ambon.
Ia menambahkan, Posyandu bukan hanya tempat pelayanan kesehatan bulanan, tetapi juga wadah untuk menampung berbagai keluhan warga.
“Keluhan soal air bersih, rumah tidak layak huni, atau persoalan lain bisa disampaikan melalui Posyandu. Nanti akan diklasifikasikan sesuai kebutuhan,” ujarnya.
Lisa juga menegaskan pentingnya enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang harus dipenuhi pemerintah daerah, yakni bidang pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketertiban dan perlindungan masyarakat, serta sosial.
Di Posyandu Irene, Latuhalat, Lisa bersama tim turut menyapa dan memantau pelayanan bagi para lansia. Ia berharap pelayanan berbasis lima meja—pendaftaran, penimbangan atau pengukuran, pencatatan, penyuluhan, dan pemeriksaan kesehatan—terus berjalan optimal setiap bulan.
Menurutnya, lansia yang tetap aktif dan kreatif memiliki peluang lebih besar untuk menjaga kesehatan fisik, mental, dan kognitif di usia senja.
“Kita ingin lansia di Ambon tetap sehat, mandiri, dan produktif,” tutupnya. (F64)
