
Jayapura, Fakta64.com – Sebagai bentuk komitmen berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku melalui Integrated Terminal (IT) Jayapura melaksanakan kegiatan Pelatihan dan Pemanfaatan Bahan Pangan Lokal Bergizi di Pantai Base-G, Jayapura.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program CSR Posyandu Berdaya Imbi.
Kegiatan menghadirkan Charles Toto, aktivis pangan lokal yang dikenal sebagai Papua Jungle Chef. Pelatihan difokuskan pada upaya penanganan stunting akibat kekurangan gizi, dengan mempertimbangkan faktor penyebab stunting yang bersifat multidimensional.
“Kami ingin mengubah persepsi bahwa makanan bergizi itu harus mahal atau sulit dicari. Dengan kreativitas, bahan yang ada di depan rumah seperti sayur lilin dan keladi bisa menjadi hidangan kelas dunia yang disukai anak-anak,” katanya dalam pers release yang diterima media ini, Minggu, (22/2/20026).
Dalam sesi demonstrasi, Charles berkreasi mengolah bahan pangan lokal menjadi sajian modern yang menarik bagi anak-anak, salah satunya Sushi Keladi.
Menurutnya, keladi tumbuk digunakan sebagai pengganti nasi yang menjadi sumber karbohidrat dengan indeks glikemik rendah. Daun gedhi dimanfaatkan sebagai pengganti nori yang kaya antioksidan dan baik untuk pencernaan, sementara sayur lilin, alpukat, serta aneka ikan menjadi isian sebagai sumber protein, lemak sehat, dan serat.
Melalui pelatihan ini, para kader posyandu dibekali keterampilan yang nantinya akan diteruskan kepada masyarakat luas, khususnya untuk mendukung program PMT Anak Sekolah usia 5–9 tahun, PMT Remaja, serta PMT Lansia.
Heni Purwati, Kader Posyandu Cenderawasih, mengakui bahwa selama ini pihaknya kerap kesulitan mengolah ikan karena aroma amis yang sulit dihilangkan, sehingga anak-anak kurang menyukainya.
Namun, melalui kegiatan demo masak tersebut, para kader mendapatkan teknik baru yang mampu menghilangkan bau amis secara efektif.
“Jujur saja, selama ini kita sering pusing kalau masak ikan karena sudah diolah macam-macam tetap saja masih ada bau amis, anak-anak jadi kurang tertarik. Tapi tadi waktu demo masak, kita lihat sendiri ternyata bisa bikin olahan yang tidak amis sama sekali, dan anak-anak langsung suka,” ujarnya.
IT Manager Jayapura, James W. Muabuay, menyampaikan, bahwa program ini bukan sekadar pelatihan memasak, melainkan juga upaya pelestarian budaya kuliner Papua melalui inovasi pangan lokal.
Ia menilai inovasi tersebut dapat dihadirkan tanpa mengorbankan cita rasa dan tampilan yang disukai anak-anak, sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga secara berkelanjutan.
“Kehadiran sosok seperti Papua Jungle Chef, Charles Toto diharapkan mampu menginspirasi para ibu dan kader posyandu untuk semakin berdaya dan kreatif dalam mengolah pangan lokal.
Dengan memaksimalkan kekayaan alam Papua, kami meyakini pemenuhan gizi yang berkualitas merupakan fondasi kokoh dalam membangun generasi masa depan Jayapura yang sehat, cerdas, dan unggul,” ujarnya.
Pertamina Patra Niaga, berharap, Program Posyandu Berdaya Imbi dapat berkontribusi nyata dalam menurunkan angka stunting serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kelurahan Imbi secara signifikan. (F64)
