Malteng,Fakta64.com–Insiden penganiayaan terhadap seorang pemuda asal Negeri Morella di wilayah Dusun Waipokol, Negeri Hitu, memicu ketegangan antarwarga di Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah. Aparat keamanan bergerak cepat mencegah situasi berkembang menjadi konflik terbuka.
Korban diketahui bernama Yusup Hamid Manilet. Ia diduga diserang dan dipukul oleh orang tak dikenal (OTK) saat melintas di kawasan tersebut, Jumat malam (30/1/2026) sekitar pukul 22.30 WIT, ketika dalam perjalanan kembali ke Morella.
Peristiwa ini langsung menyita perhatian aparat TNI-Polri karena berpotensi memicu reaksi emosional warga dua negeri yang bertetangga. Sejak kejadian, patroli keamanan diperketat di sejumlah titik rawan.
Di tengah situasi yang masih sensitif, Raja Negeri Hitumessing, Ali Slamet, menyatakan kesiapan membuka jalur komunikasi dengan Pemerintah Negeri Morella guna mencegah meluasnya ketegangan.
“Saya siap bertemu dengan Pemerintah Negeri Morella. Warga juga akan kami imbau menahan diri dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada kepolisian,” tegas Ali saat menerima kunjungan Kapolsek Leihitu Iptu Irvan Nismon Sifu dan Danramil Kapten Suryanto, Sabtu (31/1/2026).
Langkah tersebut dinilai penting sebagai upaya meredam potensi gesekan sosial, mengingat setiap insiden kekerasan antarwilayah kerap memicu solidaritas kelompok yang berujung konflik lebih luas.
Kapolsek Leihitu mengakui, peran tokoh adat dan pemerintah negeri sangat krusial dalam menjaga emosi warga tetap terkendali.
“Kami minta kedua belah pihak membuka ruang dialog. Jangan ada aksi balasan. Serahkan penanganan kasus ini kepada kepolisian,” ujar Iptu Irvan.
Sementara itu, Danramil Kapten Suryanto memastikan aparat gabungan masih bersiaga penuh di lapangan.
“Sejak kejadian kami langsung tingkatkan pengamanan. Jangan sampai ada tindakan provokasi yang memancing keributan,” katanya.
Hingga kini, polisi masih memburu pelaku penganiayaan dan mendalami motif di balik serangan tersebut. Aparat juga mengumpulkan keterangan saksi serta menelusuri kemungkinan keterlibatan lebih dari satu orang.
Sejumlah warga yang ditemui mengaku resah, namun berharap proses hukum berjalan cepat agar situasi kembali normal.
Upaya dialog antar-pemerintah negeri dan pendekatan persuasif kepada masyarakat diharapkan menjadi kunci mencegah insiden ini berkembang menjadi konflik horizontal.
Aparat menegaskan, siapa pun pelaku akan diproses sesuai hukum demi menjaga keamanan dan ketertiban bersama.(F64)
