
Jakarta, Fakta64.com – Sekitar 1.200 warga Desa Sukajadi, Kabupaten Aceh Tamiang, kini dapat mengakses air bersih untuk kebutuhan sehari-hari berkat teknologi filter air berkapasitas besar hasil kolaborasi ParagonCorp bersama Institut Teknologi Bandung (ITB). Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan solusi akses air bersih yang lebih aman sekaligus mendorong kolaborasi antara industri dan perguruan tinggi untuk memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
Teknologi filter air tersebut dipasang di Desa Sukajadi, Kecamatan Karang Baru, tepatnya di tepi Sungai Tamiang yang selama ini menjadi salah satu sumber air utama masyarakat. Sistem ini bekerja dengan menyedot air sungai yang sebelumnya dalam kondisi keruh, kemudian memprosesnya melalui dua tahap filtrasi hingga menghasilkan air yang jernih dan layak digunakan, bahkan dapat dikonsumsi.
Air hasil penyaringan kemudian ditampung dalam tangki berkapasitas besar sebelum dialirkan ke toren air di rumah-rumah warga di Kampung Sukajadi.
Melalui sistem distribusi tersebut, sekitar 1.200 penduduk kini dapat memanfaatkan air bersih untuk berbagai kebutuhan sehari-hari, mulai dari mandi, mencuci, kebutuhan sanitasi, hingga sebagai sumber air minum.
Selain melalui distribusi ke rumah-rumah, sebagian warga juga datang langsung ke lokasi filter untuk mengambil air. Selama bulan Ramadan, terutama menjelang waktu berbuka puasa, masyarakat terlihat mengantre dengan membawa galon kosong untuk mengisi air bersih dari sistem filter tersebut.
Sistem filter air ini memiliki kapasitas produksi hingga 7.000 liter per jam, sehingga mampu menyediakan pasokan air bersih dalam jumlah besar bagi masyarakat. Unit filter tersebut dikirim dari Bandung menuju Aceh Tamiang dengan waktu perjalanan sekitar satu minggu sebelum akhirnya dipasang dan mulai dimanfaatkan oleh warga.
Selain menghadirkan teknologi filter air, ParagonCorp juga memperkuat akses air bersih melalui pembangunan belasan titik sumur bor di beberapa wilayah Aceh Tamiang yang terdampak bencana.
Kehadiran sumur bor ini melengkapi sistem penyediaan air bersih yang telah ada sehingga masyarakat di berbagai titik dapat memperoleh sumber air yang lebih mudah dijangkau.
Director of Corporate Affairs ParagonCorp, Astri Wahyuni, mengatakan, kolaborasi antara dunia industri dan perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menghadirkan solusi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Akses terhadap air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting bagi kualitas hidup masyarakat. Melalui kolaborasi dengan ITB dan Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat dan Kealumnian ITB, kami berharap teknologi filter air ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Aceh Tamiang,” katanya dalam rilis yang diterima media ini, Kamis, (12/3/2026).
Menurutnya, pembangunan sumur bor di sejumlah titik juga dilakukan agar semakin banyak warga dapat merasakan manfaat akses air bersih yang lebih mudah dan berkelanjutan.
Keberadaan teknologi ini juga menghadirkan cerita nyata dari masyarakat setempat.
Dijelaskan, salah satu keluarga menceritakan bahwa seorang bayi yang sebelumnya mengalami diare selama hampir satu bulan mulai membaik setelah keluarganya menggunakan air dari sistem filter tersebut.
Diketahui, dalam kegiatan serah terima unit filter air, ParagonCorp diwakili oleh Neli Rahmawati dari Corporate Communication dan Dwi Eliani dari tim Corporate Social Responsibility.
Sementara, Direktur Humas ITB, Laila Arif
Laila, menyampaikan, bahwa kolaborasi ini merupakan wujud komitmen perguruan tinggi dalam menghadirkan inovasi teknologi yang dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat.
“Melalui pengembangan sistem filtrasi air ini, ITB berharap ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan di lingkungan kampus dapat berkontribusi menjawab kebutuhan nyata masyarakat, khususnya dalam penyediaan akses air bersih,” ujarnya.
Kolaborasi antara ParagonCorp dan ITB ini menjadi contoh sinergi antara sektor industri dan perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi berbasis teknologi yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Ke depan, diharapkan semakin banyak kolaborasi serupa yang dapat terus dikembangkan untuk menghadirkan inovasi yang berdampak dan berkelanjutan di berbagai daerah di Indonesia. (F64)
