Ambon, Fakta64.com – Selama bulan Ramadhan, jam belajar di SMP Negeri 2 Ambon mengalami penyesuaian untuk menyesuaikan dengan kondisi siswa yang menjalankan ibadah puasa.
Plt Kepala sekolah SMP N 2 Ambon, Elfi Suatrat, S.Pd., M.Pd, menyampaikan, jika pada hari biasa kegiatan belajar dimulai pukul 07.15 WIT, maka selama Ramadhan siswa baru masuk sekolah pukul 08.00 WIT.
“Selain perubahan waktu masuk, durasi jam pelajaran juga dipersingkat. Pada hari biasa satu jam pelajaran berlangsung selama 40 menit, sedangkan pada bulan Ramadhan menjadi 30 menit. Dengan penyesuaian tersebut, siswa biasanya pulang lebih awal, yakni sekitar pukul 11.30 hingga 12.00 WIT, sementara pada hari biasa kegiatan belajar berakhir sekitar pukul 13.00 WIT,” katanya kepada media ini diruang kerjanya, Senin, (9/3/2026).
Menurutnya, Pihak sekolah tidak hanya fokus pada kegiatan belajar mengajar, tetapi juga aktif mendorong siswa mengikuti berbagai kegiatan lomba, baik akademik maupun non-akademik. Salah satu yang menjadi perhatian adalah pembinaan siswa untuk mengikuti olimpiade sains. Guru-guru di bidang studi seperti matematika dan IPA diberi tanggung jawab memberikan bimbingan khusus kepada siswa yang berpotensi.
Dijelaskan, upaya pembinaan tersebut membuahkan hasil. Dalam salah satu ajang olimpiade yang diikuti sekolah-sekolah di Kota Ambon, SMP Negeri 2 Ambon berhasil masuk dalam jajaran 10 besar.
“Selain itu, jumlah siswa di sekolah tersebut juga mengalami peningkatan. Saat ini total siswa kelas VII, VIII, dan IX mencapai 924 orang. Angka ini meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang berkisar antara 800 hingga 900 siswa. Tingginya animo masyarakat menyekolahkan anak di SMP Negeri 2 Ambon tidak terlepas dari berbagai kegiatan yang diselenggarakan sekolah, termasuk program ekstrakurikuler seperti drum band, bola voli, dan basket,” ujarnya.
Lebih lanjut, dikatakan, disamping itu, sekolah ini juga dikenal sebagai salah satu sekolah rekomendasi di Maluku dan menjadi sekolah piloting di Kota Ambon. Informasi mengenai berbagai kegiatan sekolah yang sering dibagikan melalui berbagai media turut meningkatkan kepercayaan masyarakat.
“Dalam upaya mengurangi kenakalan remaja, pihak sekolah juga melakukan sejumlah langkah strategis. Salah satunya dengan menerapkan sistem satu shift. Sebelumnya sekolah sempat menerapkan dua shift, namun kebijakan tersebut diubah agar siswa dapat pulang lebih awal dan tidak berkumpul di luar hingga sore hari,” ungkapnya.
Dia menambahkan, dalam menjaga keamanan lingkungan sekolah, pihak sekolah juga menjalin kerja sama dengan pihak kepolisian setempat. Melalui koordinasi dengan pihak Kepolisian Sektor Ambon, pengamanan dilakukan di beberapa titik saat jam pulang sekolah guna mengantisipasi potensi tawuran antar pelajar.
Dia, berharap, berbagai langkah tersebut dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan kondusif, sekaligus mendorong siswa untuk terus berprestasi baik di bidang akademik maupun non-akademik. (F64)

