
Ambon, Fakta64.com – Kegiatan penanaman pohon serentak dan terbanyak resmi digelar di lingkungan Fakultas Pertanian Universitas Pattimura, Rabu (25/2/2026), sebagai bagian dari Gerakan Penanaman Sejuta Pohon dalam rangka memperingati HUT ke-25 Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Kegiatan yang dilaksanakan Balai POM di Ambon bersama Pemerintah Provinsi Maluku dan civitas akademika tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Sadali Ie.
Dalam sambutannya, Sekda menegaskan bahwa penanaman pohon bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk komitmen nyata dalam mendukung pengendalian perubahan iklim, rehabilitasi lingkungan, serta pembangunan berkelanjutan.
Menurutnya, Maluku sebagai provinsi kepulauan memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap dampak perubahan iklim, seperti abrasi, degradasi lahan, dan kerusakan hutan. Karena itu, diperlukan langkah konkret dan kolaboratif dari berbagai pihak.
Penanaman pohon dinilai memiliki manfaat ekologis yang besar, antara lain meningkatkan daya serap karbon, memperbaiki kualitas udara dan tata air, mencegah erosi, serta menjaga keanekaragaman hayati.
Pemerintah Provinsi Maluku mengapresiasi inisiatif Balai POM di Ambon dan dukungan Fakultas Pertanian Universitas Pattimura dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Sekda juga mengajak seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemprov Maluku untuk menjadikan gerakan penghijauan sebagai bagian dari program prioritas daerah, disertai pemeliharaan dan monitoring pohon secara berkelanjutan.
“Diharapkan menjadi langkah awal penguatan komitmen bersama menuju Maluku yang lebih lestari dan berkelanjutan,” ujar Sekda.
Sementara itu, Kepala Balai POM di Ambon, Tamran Ismail, menyampaikan bahwa gerakan ini merupakan wujud tanggung jawab sosial dan kelembagaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
Ia menegaskan bahwa sebagai institusi pengawas obat dan makanan, BPOM tidak hanya berperan dalam pengawasan produk melalui laboratorium, pengujian, dan sertifikasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab lebih luas dalam mendukung ekosistem yang sehat.
“Lingkungan yang terjaga akan mendukung keamanan pangan, ketersediaan bahan baku alami, kualitas air, serta kesehatan masyarakat secara umum,” jelasnya.
Selain sebagai aksi penghijauan, kegiatan ini juga menjadi momentum edukasi bagi mahasiswa. Lokasi penanaman diharapkan dapat berfungsi sebagai laboratorium alam yang mendukung pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Ia menambahkan, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah pohon yang ditanam, tetapi juga dari tingkat keberlangsungan dan pertumbuhannya. Oleh karena itu, pemeliharaan dan monitoring berkala akan menjadi bagian penting dari program tersebut.
Melalui kolaborasi antara Balai POM di Ambon, Fakultas Pertanian Universitas Pattimura, Pemerintah Provinsi Maluku, serta sejumlah OPD, diharapkan terbangun sinergi yang lebih luas dalam meningkatkan kualitas lingkungan hidup di Provinsi Maluku. (F64)
