
Ambon, Fakta64.com – SMK Negeri 6 Ambon menggelar Uji Kompetensi Keahlian (UKK) bagi 190 siswa kelas XII Tahun Ajaran 2025/2026 sebagai tahapan akhir evaluasi pendidikan vokasi.
Dari jumlah tersebut, 11 siswa konsentrasi keahlian Layanan Penunjang Laboratorium Medik melaksanakan ujian praktik di Balai Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi Alat Kesehatan Provinsi Maluku.
Pelaksanaan UKK yang berlangsung sejak 2 Maret 2026 itu dibuka secara resmi oleh pengawas pembina dan turut menghadirkan perwakilan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) sebagai asesor untuk menguji kompetensi peserta.
Kepala SMK Negeri 6 Ambon, Edo Luturmas, menyampaikan bahwa UKK merupakan tahapan akhir praktik yang menjadi tolok ukur kualitas lulusan sekolah vokasi.
“Patut disyukuri pelaksanaan uji kompetensi ini berjalan baik. Di SMK Negeri 6 Ambon terdapat enam kompetensi keahlian, yakni Pekerjaan Sosial, Desain Komunikasi Visual, Layanan Kesehatan, Akuntansi dan Keuangan Lembaga, Teknologi Laboratorium Medik, serta Teknologi Informasi Klinis dan Komunitas,” ujarnya, Selasa (3/3/2026).
Menurut Luturmas, sebanyak 190 siswa mengikuti UKK tahun ini. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, sebagian besar pelaksanaan kini dipusatkan di lingkungan sekolah karena fasilitas praktik dinilai semakin memadai. Namun khusus jurusan Teknologi Laboratorium Medik (TLM), pelaksanaan tetap melibatkan Balai Laboratorium Kesehatan Provinsi Maluku sebagai mitra strategis.
Ia menegaskan, kolaborasi dengan industri sejalan dengan amanat Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi. Melalui kerja sama tersebut, sekolah berharap mampu melahirkan lulusan yang kompeten dan siap kerja.
“Sejumlah alumni kami telah berkarier di instansi pemerintah, swasta, bahkan berwirausaha. Ada juga yang melanjutkan studi hingga ke Jerman, Australia, dan Rusia. Ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan mutu pendidikan,” tambahnya.
Kerja sama antara SMK Negeri 6 Ambon dan Balai Laboratorium Kesehatan Provinsi Maluku telah terjalin sejak 2013, bersamaan dengan dibukanya jurusan Teknologi Laboratorium Medik. Kolaborasi tersebut mencakup praktik kerja lapangan (PKL), kehadiran guru tamu dari tenaga laboratorium kesehatan, hingga pelaksanaan UKK.
Sejumlah peralatan laboratorium seperti mikroskop dan perangkat penunjang lainnya juga dimanfaatkan bersama guna mendukung pembelajaran berbasis industri. Pihak balai menyediakan fasilitas pemeriksaan darah, hemoglobin (HB), pemeriksaan TBC, mikrobiologi, mikroskopis, hingga uji katalase sebagai bagian dari materi praktik UKK.
Penanggung jawab sekaligus Koordinator Laboratorium Balai, Marce Teterissa, menjelaskan pihaknya berperan memastikan proses uji kompetensi berjalan sesuai standar.
“Kami mendampingi dan memastikan siswa memiliki pengalaman praktik yang baik. Tahapan UKK harus dijalani dengan benar agar mereka benar-benar kompeten,” ujarnya saat ditemui di ruang Mikrobiologi TB.
Ketua Panitia Pelaksana UKK, Martina Siahaya, menambahkan dari total peserta, 11 siswa konsentrasi Layanan Penunjang Laboratorium Medik mengikuti ujian di balai selama dua hari, 3–4 Maret 2026.
“Uji Kompetensi Keahlian ini menjadi ciri khas SMK. Siswa diuji sesuai konsentrasi yang dipilih agar memiliki keterampilan spesifik. Ini adalah tahap akhir sebelum ujian sekolah,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Jurusan Teknologi Laboratorium Medik, Trisye Kesaulya, berharap ke depan sekolah dapat menambah fasilitas alat praktik agar seluruh pelaksanaan UKK dapat dilakukan secara mandiri di sekolah.
“Selama lima tahun terakhir, kami masih menggunakan fasilitas luar untuk UKK. Mudah-mudahan tahun depan bisa sepenuhnya dilaksanakan di sekolah dengan dukungan alat tambahan,” ungkapnya.
Ia juga mendorong lulusan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, terutama ke politeknik kesehatan (Poltekkes) maupun perguruan tinggi di Makassar dan daerah lainnya. Kebutuhan tenaga laboratorium medik di rumah sakit, puskesmas, apotek, hingga lembaga pemasyarakatan dinilai masih cukup besar.
Dengan pelaksanaan UKK yang melibatkan dunia industri secara langsung, SMK Negeri 6 Ambon berharap dapat terus memperkuat kualitas lulusan, khususnya di bidang layanan kesehatan dan laboratorium medik.
Kolaborasi antara sekolah dan industri dinilai menjadi kunci dalam menciptakan lulusan yang siap kerja, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional. (F64)
