
Ambon, Fakta64.com – Pemerintah Provinsi Maluku melalui Dinas Ketahanan Pangan menggelar kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak yang terhubung dengan siaran nasional di Televisi Republik Indonesia (TVRI) pusat dan 31 stasiun TVRI daerah, Rabu (11/3/2026).
Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Badan Pangan Nasional dan TVRI untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga lebih terjangkau menjelang Ramadan dan Idulfitri.
Pelaksanaan GPM di Maluku dipusatkan di Ambon dan terhubung secara nasional dengan kegiatan yang berlangsung di studio TVRI Senayan, Jakarta.
Program ini bertujuan menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan sekaligus meningkatkan keterjangkauan masyarakat terhadap kebutuhan pokok.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Maluku, Ina Wati Tahir, dalam laporannya menyampaikan, bahwa kegiatan ini merupakan salah satu langkah pemerintah dalam mengantisipasi fluktuasi harga bahan pangan menjelang hari besar keagamaan nasional.
“Gerakan Pangan Murah ini merupakan upaya pemerintah menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan sekaligus membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga lebih terjangkau,” ucapnya dalam laporan yang dibacakannya di lapangan merdeka, Rabu (11/3/2026).
Menurutnya, program tersebut juga mendukung pengendalian inflasi daerah, terutama pada komoditas strategis seperti beras, gula pasir, minyak goreng, telur ayam, cabai, bawang merah, dan bawang putih.
Dijelaskan, berdasarkan hasil pemantauan melalui panel harga pangan, memasuki minggu ketiga Ramadan terdapat fluktuasi harga pada beberapa komoditas, khususnya telur ayam ras dan cabai rawit merah. Karena itu, intervensi pasar melalui GPM dinilai penting untuk menjaga stabilitas harga.
“Pemerintah Provinsi Maluku menjadwalkan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah sebanyak delapan kali selama periode Ramadan hingga menjelang Idulfitri. Kegiatan ini tidak hanya dilaksanakan di Kota Ambon, tetapi juga di Kabupaten Maluku Tengah serta 11 kabupaten/kota lainnya di Provinsi Maluku,” ungkapnya.
Diketahui, dalam pelaksanaannya, Dinas Ketahanan Pangan menggandeng sejumlah instansi dan pelaku usaha, antara lain Perum Bulog wilayah Maluku–Maluku Utara, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, serta Satgas Pangan dari Polda Maluku dan dukungan dari Kodam XV/Pattimura.
“Selain itu, berbagai distributor dan pelaku usaha ritel juga turut terlibat dalam penyediaan komoditas pangan dengan harga di bawah pasar,” tuturnya.
Ia, berharap, kegiatan ini dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, BUMN, pelaku usaha, dan masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan daerah. (F64)
