
Ambon, Fakta64.com – Suasana Dermaga Pelabuhan Umum Yos Soedarso, Dobo, tampak berbeda pada Rabu (4/3/2026) pagi. Dua Kapal Perang Republik Indonesia (KRI), yakni KRI Balongan-908 dan KRI Dorang-874, bersandar gagah dalam rangka pelaksanaan Operasi Trisila-26.
Kedatangan unsur Satuan Tugas Operasi Trisila-26 yang dipimpin Wakil Komandan Satgas, Kolonel Laut (P) Son Haji Hariyoko, disambut langsung Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Aru, Letkol Laut (P) Sriadi, S.E., bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kepulauan Aru. Prosesi penyambutan berlangsung khidmat dengan upacara adat serta tarian Cendrawasih yang menjadi simbol penghormatan dan kebanggaan masyarakat setempat.
Turut hadir dalam penyambutan tersebut Bupati Kepulauan Aru Timotius Kaidel, Ketua DPRD Fenny Silvana Loy, unsur pimpinan TNI-Polri, serta perwakilan instansi vertikal lainnya.
Operasi Trisila-26 merupakan operasi mandiri yang digelar TNI Angkatan Laut dalam rangka menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah perairan Indonesia, khususnya di kawasan Maluku dan perbatasan.
Wadan Satgas Ops Trisila-26, Kolonel Laut (P) Son Haji Hariyoko, menjelaskan bahwa operasi ini direncanakan berlangsung selama 130 hari dan terbagi dalam tiga tahap. Saat ini, Satgas tengah menjalankan Tahap I di bawah kendali Armada III yang bermarkas di Sorong.
“Operasi ini dibagi dalam tiga tahap. Saat ini kita menjalankan Tahap I di bawah kendali Armada III Sorong. Selain membawa unsur KRI, kami juga didukung pesawat udara dan pasukan Marinir,” ujar Kolonel Son Haji.
Ia menegaskan, tugas utama Satgas adalah menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta menegakkan hukum di perairan Indonesia. Namun demikian, pendekatan pembinaan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam operasi tersebut.
“Kami juga melaksanakan pembinaan potensi maritim melalui kegiatan sosial, penyuluhan bela negara bagi para siswa, hingga memberikan informasi mengenai pendaftaran prajurit bagi putra-putri daerah yang ingin mengabdi melalui TNI AL,” tambahnya.
Sementara itu, Danlanal Aru Letkol Laut (P) Sriadi menegaskan kesiapan pihaknya dalam mendukung penuh pelaksanaan operasi sebagai pangkalan pendukung. Lanal Aru telah menyiapkan sejumlah agenda kemanusiaan bersama Satgas Trisila-26.
“Masyarakat Kepulauan Aru sangat antusias. Kami telah menjadwalkan kegiatan bakti sosial, pelayanan kesehatan gratis, penyuluhan bagi siswa SMA, hingga karya bakti renovasi masjid,” ungkapnya.
Salah satu program yang menjadi daya tarik utama adalah kegiatan Open Ship, di mana masyarakat diberi kesempatan untuk naik ke atas kapal perang dan melihat langsung alat utama sistem persenjataan (alutsista) kebanggaan Indonesia.
“Kami menghimbau seluruh warga Dobo untuk hadir mengikuti Open Ship yang dibuka dari pukul 08.00 hingga 18.00 WIT. Kapal ini adalah milik rakyat Indonesia, silakan berkunjung selama dua hari ini, Rabu dan Kamis,” tegas Letkol Sriadi.
Ia berharap, kehadiran Satgas Ops Trisila-26 di Dobo tidak hanya memperkuat stabilitas keamanan wilayah perairan perbatasan, tetapi juga semakin mempererat hubungan antara TNI Angkatan Laut dan masyarakat di Kepulauan Aru. (F64)
