
Ambon, Fakta64.com – SMA Negeri 4 Ambon kembali menorehkan langkah prestasi di kancah internasional dengan mengikuti dua ajang bergengsi sekaligus, yakni Innovation Challenge dan Innovation Award yang akan diselenggarakan di Kamboja.
Kepala SMA Negeri 4 Ambon, Mezack Tentua, S.Th, M.Pd.K, yang juga bertindak sebagai ketua pembimbing, menyampaikan sebanyak tiga tim yang terdiri dari enam siswa telah resmi didaftarkan untuk mengikuti seleksi nasional.
“Setiap tim beranggotakan dua orang dan telah mengirimkan naskah penelitian mereka tiga hari lalu. Hasil seleksi nasional dijadwalkan akan diumumkan pada pertengahan bulan ini,” ujarnya kepada media ini di ruang kerjanya, Selasa (3/3/2026).
Menurutnya, partisipasi tahun ini terasa lebih istimewa. Selain kembali mengikuti Innovation Challenge yang sebelumnya telah diikuti sekolah sebanyak tiga kali, SMA Negeri 4 Ambon juga akan berlaga di Innovation Award yang memiliki level kompetisi lebih tinggi. Pada kategori Innovation Award, peserta tidak hanya berasal dari jenjang sekolah menengah, tetapi juga dari sejumlah perguruan tinggi ternama di kawasan Asia Tenggara. Hal ini menjadi tantangan baru sekaligus peluang bagi para siswa untuk mengukur kemampuan di tingkat yang lebih kompetitif.
“Penelitian yang diusung para siswa tahun ini berfokus pada riset berbasis Artificial Intelligence (AI) dengan pendekatan kearifan lokal (local wisdom) serta solusi atas permasalahan yang ada di lingkungan masyarakat,” jelasnya.
Dijelaskan, salah satu proyek yang dikembangkan berkaitan dengan sistem pengelolaan dan pengolahan sampah berbasis AI sebagai solusi inovatif terhadap persoalan lingkungan yang kian kompleks.
Ia, menyampaikan optimisme atas kesiapan para siswa dalam menghadapi dua ajang internasional tersebut.
“Kami harus optimis. Untuk Innovation Challenge, ini adalah partisipasi ketiga kami. Sementara Innovation Award merupakan pengalaman baru yang tentu menjadi tantangan tersendiri. Harapannya, kami dapat meraih hasil terbaik dan membawa pulang prestasi yang membanggakan,” ungkapnya.
Dalam persiapan menuju kompetisi, para siswa akan didampingi oleh tim pembimbing yang terdiri dari guru pembimbing utama serta guru yang fasih berbahasa Inggris. Seluruh proses presentasi dan kompetisi akan dilaksanakan dalam bahasa Inggris, sehingga kesiapan komunikasi internasional menjadi salah satu fokus utama.
Dengan persiapan yang semakin matang serta inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, pihak sekolah optimistis mampu bersaing dan memberikan hasil terbaik pada kedua kategori lomba tersebut.
Ia berharap, keikutsertaan dalam kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang meraih prestasi, tetapi juga menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan riset, kreativitas, serta kemampuan berkompetisi di tingkat global. (F64)
