Ambon, Fakta64.com – Instalasi Gawat Darurat (IGD) di RSUP J. Leimena, Kota Ambon, dilaporkan mengalami kekurangan tenaga kesehatan (nakes). Kondisi tersebut disebut berdampak pada pelayanan pasien yang datang untuk mendapatkan penanganan medis darurat.
Sejumlah sumber internal yang enggan disebutkan namanya, mengungkapkan, bahwa jumlah perawat dan tenaga medis jaga dinilai tidak sebanding dengan lonjakan pasien, terutama pada jam-jam sibuk dan akhir pekan. Akibatnya, waktu tunggu pasien disebut menjadi lebih lama dari biasanya.
“Di Instalasi Gawat Darurat (IGD) di RSUP J. Leimena, ada tiga shift jaga. Dan dalam satu shift, berisikan tiga orang perawat yang masing-masing menangani 10 pasien bahkan lebih. Jadi, tiga perawat itu dapat menangani tiga puluh pasien sampai empatpuluh
pasien. Dan dokter jaga dapat dihitung dengan jari. Sehingga, kadang, pasien tidak dapat dilayani dengan baik. Sementara pasien yang masuk cukup banyak, termasuk kasus-kasus gawat darurat yang membutuhkan penanganan cepat,” katanya, saat ditemui di RSUP. J. Leimena, Minggu, (15/2/2026).
pasien. Dan dokter jaga dapat dihitung dengan jari. Sehingga, kadang, pasien tidak dapat dilayani dengan baik. Sementara pasien yang masuk cukup banyak, termasuk kasus-kasus gawat darurat yang membutuhkan penanganan cepat,” katanya, saat ditemui di RSUP. J. Leimena, Minggu, (15/2/2026).Lebih lanjut, selain persoalan kekurangan nakes, muncul pula keluhan terkait sikap pejabat terkait yang dinilai kurang responsif terhadap kondisi di lapangan.
“Saya melihat, manajemen terkesan menutup mata mengenai situasi tersebut. Dan buruknya sistem kerja Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUP J. Leimena di ambon ketimbang di daerah lain, yang sangat profesional dan terintegritas,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak manajemen RSUP J. Leimena terkait dugaan kekurangan tenaga kesehatan di IGD maupun langkah yang akan diambil untuk mengatasi persoalan tersebut. (F64)
