
Ambon, Fakta64.com – Gelar doktor bukan sekadar pencapaian akademik, tetapi amanah intelektual untuk memastikan ilmu pengetahuan memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Hal itu disampaikan, Restia Christianti, usai menyelesaikan pendidikan doktoralnya melalui penelitian tentang model dan strategi pembiayaan desa wisata pesisir berbasis partisipasi masyarakat di Kepulauan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara.
Menurut Restia, perjalanan akademik menuju gelar doktor merupakan proses panjang yang menuntut ketekunan, keterbukaan terhadap kritik dan koreksi, serta konsistensi dalam mengembangkan pengetahuan.
“Gelar doktor bukan akhir dari perjalanan intelektual, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk terus belajar, berkarya, dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Melalui penelitiannya, Restia menyoroti pentingnya pendekatan partisipatif dalam pengembangan desa wisata pesisir. Menurutnya, potensi alam dan dukungan pembiayaan pemerintah saja tidak cukup untuk menjamin keberlanjutan pariwisata di wilayah kepulauan.
Keterlibatan masyarakat, kelembagaan yang kuat, manfaat ekonomi yang nyata, penghormatan terhadap nilai sosial dan budaya, serta pengelolaan sumber daya pesisir yang berkelanjutan menjadi faktor penting yang harus berjalan secara bersamaan.
Bagi Restia, ilmu pengetahuan tidak semestinya berhenti di ruang akademik. Hasil penelitian harus mampu membaca persoalan nyata, menjawab kebutuhan masyarakat, dan melahirkan solusi yang dapat diterapkan.
Karena itu, gelar doktor dimaknainya sebagai sebuah amanah untuk terus memperkuat pendidikan, mengembangkan kelembagaan, mendorong pemberdayaan masyarakat, serta berkontribusi terhadap pembangunan wilayah kepulauan.
“Semakin tinggi ilmu yang diperoleh, semakin besar pula tanggung jawab untuk berbagi, menjaga integritas, terus belajar, dan mengabdikan pengetahuan bagi kehidupan yang lebih luas,” ungkapnya.
Ia berharap karya akademiknya dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat pengembangan desa wisata pesisir, meningkatkan ekonomi masyarakat, sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya kelautan yang menjadi tumpuan kehidupan masyarakat kepulauan.
Capaian Dr. Restia Christianti, S.E., M.Si. turut memperkuat kontribusi akademisi Universitas Pattimura (Unpatti) dalam mencetak sumber daya manusia berpendidikan tinggi, khususnya dalam menjawab tantangan pembangunan daerah berbasis potensi kemaritiman.
Melalui Program Doktor Ilmu Kelautan Pascasarjana Unpatti, pengembangan kapasitas akademik diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan berkompeten, tetapi juga melahirkan gagasan dan penelitian yang mampu diaplikasikan untuk kepentingan masyarakat dan pembangunan Maluku.
Selamat dan sukses atas Sidang Terbuka Promosi Doktoral Dr. Restia Christianti, S.E., M.Si. Semoga capaian akademik ini menjadi pijakan baru untuk memperkuat ilmu pengetahuan, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan sektor kelautan di Maluku. (F64)
