
Maluku Tengah, Fakta64.com — Sebanyak 175 prajurit muda Pendidikan Pertama Bintara (Dikmaba) Infanteri TNI AD Gelombang II Tahun Anggaran 2026 resmi menapaki babak baru dalam pengabdian sebagai prajurit TNI Angkatan Darat.
Mereka dilantik dan resmi menyandang pangkat Sersan Dua (Serda) dalam upacara penutupan pendidikan yang berlangsung di Lapangan Sepak Bola Eriwakang Makorindam XV/Pattimura, Desa Suli, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Selasa (11/8/2026).
Upacara berlangsung khidmat. Rangkaian kegiatan diawali pemeriksaan pasukan oleh Inspektur Upacara, dilanjutkan penyerahan piagam penghargaan kepada lulusan terbaik hingga pengucapan Sumpah Prajurit sesuai agama dan kepercayaan masing-masing.
Di hadapan para prajurit, keluarga, dan tamu undangan, Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto, S.I.P., M.Han. menyampaikan, ucapan selamat atas keberhasilan para Bintara muda menuntaskan pendidikan.
Menurutnya, pelantikan tersebut bukan sekadar seremoni kenaikan status dari siswa menjadi prajurit.
“Momen itu merupakan titik awal bagi para Bintara muda untuk membuktikan kemampuan, integritas, disiplin, dan tanggung jawab di satuan masing-masing,” kata Pangdam.
Pangdam menegaskan, keberhasilan menyelesaikan pendidikan bukanlah akhir dari proses pembentukan seorang prajurit. Sebaliknya, para Bintara muda harus menjadikan belajar dan berlatih sebagai kebutuhan mendasar sepanjang perjalanan pengabdian.
“Budaya belajar dan berlatih harus menjadi kebutuhan mendasar,” menjadi pesan penting Pangdam kepada para lulusan.
Kemampuan untuk terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, lanjutnya, menjadi modal utama dalam membentuk prajurit yang hebat, tangguh, profesional, sekaligus mampu membawa nama baik satuan, bangsa, dan negara.
Pangdam juga mengingatkan bahwa perjalanan seorang prajurit akan selalu dihadapkan pada dua pilihan: prestasi atau pelanggaran.
Keduanya sangat bergantung pada sikap, keputusan, dan tanggung jawab masing-masing prajurit.
Karena itu, para Bintara baru dituntut tidak hanya piawai dalam keterampilan militer, tetapi juga mampu menjadi komandan tingkat bawah yang menjadi tulang punggung kekuatan satuan.
Mereka diharapkan mampu menghadirkan sosok prajurit yang “PRIMA”, memiliki mental petarung sejati, serta siap menghadapi berbagai tantangan di medan tugas.
Pesan tersebut kemudian tergambar dalam rangkaian atraksi ketangkasan militer yang ditampilkan para prajurit muda selepas upacara pokok.
Di hadapan keluarga dan tamu undangan, mereka mempertontonkan kemampuan bongkar pasang senjata, bela diri militer, peragaan fisik Sparko, hingga taktik pembebasan tawanan dengan aksi snapling dari ketinggian.
Atraksi tersebut menjadi gambaran hasil pembinaan selama menjalani pendidikan sekaligus menunjukkan kesiapan fisik, mental, disiplin, dan keberanian para prajurit muda sebelum diterjunkan ke satuan penugasan.
Namun, di balik ketegasan dan aksi militer tersebut, suasana haru pecah ketika Pangdam XV/Pattimura menyempatkan diri menyapa langsung keluarga para prajurit.
Pangdam menyampaikan apresiasi kepada para orang tua dan keluarga yang selama ini memberikan doa, dukungan, serta pengorbanan hingga para putra mereka mampu menuntaskan pendidikan dan memilih jalan pengabdian kepada bangsa dan negara.
Bagi keluarga, hari itu bukan hanya tentang melihat anak mereka mengenakan seragam dan pangkat baru. Lebih dari itu, menjadi momen kebanggaan ketika seorang anak resmi mengambil sumpah untuk mengabdikan dirinya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kini, 175 Bintara muda tersebut menghadapi medan pengabdian yang sesungguhnya. Pangkat Sersan Dua bukan sekadar tanda di pundak, tetapi menjadi simbol tanggung jawab untuk memimpin, memberi teladan, menjaga kehormatan TNI AD, dan membuktikan bahwa mereka layak menjadi bagian dari kekuatan pertahanan bangsa.
Dari lapangan pendidikan di Suli, perjalanan pengabdian 175 prajurit muda itu resmi dimulai. (F64)
