
Jayapura, Fakta64.com – PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku memastikan distribusi minyak tanah bersubsidi di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, telah kembali berjalan normal setelah sempat mengalami keterlambatan akibat kendala operasional transportasi udara.
Seluruh alokasi yang sebelumnya tertunda kini telah tiba di Wamena dan mulai disalurkan ke pangkalan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, dengan prioritas penyaluran di Distrik Wesaput mulai Rabu (5/8/2026).
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Ispiani Abbas, menjelaskan, bahwa dari total alokasi sekitar 200 ribu liter per bulan, sebelumnya baru sekitar 130 ribu liter yang berhasil disalurkan. Sementara sekitar 70 ribu liter lainnya mengalami keterlambatan pengangkutan.
“Sebanyak 70 ribu liter yang sempat tertunda telah berhasil dikirim ke Wamena pada Selasa (4/8) dan mulai didistribusikan ke pangkalan sejak Rabu (5/8). Kami memastikan proses penyaluran berjalan optimal agar kebutuhan masyarakat segera terpenuhi,” katanya dalam rilis yang diterima media ini, Rabu, (5/8/2026).
Ia mengungkapkan, keterlambatan tersebut dipicu kendala operasional transportasi udara yang terjadi pada awal hingga pertengahan Juli 2026. Kondisi itu mengurangi kapasitas angkut kargo minyak tanah menuju Wamena yang selama ini sepenuhnya bergantung pada jalur udara dari Jayapura.
“Akibat kendala operasional tersebut, sekitar 70 ribu liter minyak tanah belum dapat diangkut sesuai jadwal. Kini seluruh alokasi telah tiba di Wamena dan segera disalurkan ke pangkalan untuk melayani kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Pertamina mencatat kebutuhan minyak tanah bersubsidi di Kabupaten Jayawijaya dipenuhi melalui dua agen resmi dengan total alokasi rata-rata sekitar 200 ribu liter setiap bulan.
Untuk memastikan distribusi berjalan lancar, Pertamina Patra Niaga terus berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi Kabupaten Jayawijaya dalam memantau ketersediaan stok sekaligus mengawasi penerapan Harga Eceran Tertinggi (HET) di tingkat pangkalan.
Selain itu, sebagai langkah antisipasi menghadapi tantangan logistik di wilayah Papua Pegunungan, Pertamina juga memperkuat koordinasi dengan perusahaan transportasi udara guna meningkatkan keandalan distribusi energi.
“Kami terus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan agar distribusi energi ke wilayah Papua Pegunungan berlangsung semakin andal dan tepat waktu. Dukungan seluruh pihak menjadi kunci menjaga kelancaran pasokan energi bagi masyarakat,” tutupnya.
Masyarakat yang membutuhkan informasi mengenai produk maupun layanan Pertamina dapat menghubungi Pertamina Customer Solution 135. (F64)
