
Ambon, Fakta64.com – Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, bergerak cepat merespons keluhan masyarakat terkait kondisi drainase yang kotor di kawasan Lorong Tahu, Jalan Rijali. Sehari setelah keluhan warga dan video kondisi drainase viral di media sosial, saluran tersebut langsung dibersihkan dan ditinjau oleh Wali Kota, Selasa (4/8/2026).
Dalam peninjauan itu, Bodewin didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) Kota Ambon Apries B. Gaspersz, Kepala Dinas Sosial Wendy Pelupessy, serta Lurah Rijali Marlina Haupea. Selain memastikan drainase telah bersih, rombongan juga mengecek Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) milik pabrik tahu yang berada di kawasan tersebut.
Wali Kota menegaskan, Pemerintah Kota Ambon tidak menunggu lama untuk menindaklanjuti laporan masyarakat. Menurutnya, informasi yang beredar di media sosial langsung diteruskan kepada lurah dan DLHP untuk dilakukan pembersihan.
“Keluhan drainase ini dikuatkan lewat video yang beredar di media sosial dan juga dikirim langsung kepada saya. Saya segera meneruskan kepada Ibu Lurah dan Kadis DLHP untuk membersihkan drainase tersebut. Kemarin hingga pukul 17.00 WIT pembersihan sudah selesai, dan hari ini saya memastikan langsung kondisinya sudah bersih,” kata Bodewin kepada wartawan.
Meski persoalan drainase telah ditangani, Bodewin mengingatkan masyarakat agar tidak kembali membuang sampah ke saluran air. Ia menilai kebiasaan tersebut menjadi penyebab utama tersumbatnya drainase yang berpotensi memicu banjir dan gangguan kesehatan lingkungan.
Selain itu, ia meminta Lurah Rijali segera mengumpulkan pemilik rumah kos maupun warga yang belum memiliki septic tank untuk membahas solusi pengelolaan limbah domestik agar tidak mencemari lingkungan.
Wali Kota juga mengimbau warga menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan dengan mengedepankan penyelesaian persoalan melalui RT, RW, maupun pemerintah kelurahan.
“Harapan saya masyarakat Kelurahan Rijali tidak lagi membuang sampah sembarangan dan bersama-sama menjaga kebersihan saluran drainase agar lingkungan tetap bersih dan sehat,” tegasnya.
Sementara itu, Lurah Rijali, Marlina Haupea, mengaku bersyukur persoalan tersebut dapat segera ditangani setelah menjadi perhatian publik.
Ia mengakui sebelumnya belum mengetahui kondisi drainase yang viral di media sosial.
“Saya mengambil sisi positif dari viralnya persoalan ini. Saya berterima kasih kepada masyarakat karena melalui informasi tersebut masalah ini bisa segera diketahui dan langsung ditangani,” ujarnya.
Ia, berharap, pengawasan oleh RT dan RW semakin diperkuat sehingga setiap persoalan lingkungan dapat segera dilaporkan kepada pemerintah kelurahan tanpa harus menunggu kondisinya memburuk.
Ia juga mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di kawasan bantaran sungai dan sekitar drainase, dengan tidak membuang sampah ke saluran air.
Di sisi lain, ia, mengungkapkan, masih adanya perbedaan pandangan terkait retribusi sampah bagi rumah kos. Menurutnya, pemilik usaha kos berskala besar umumnya bersedia membayar retribusi, sedangkan pemilik kos kecil yang menyatu dengan rumah tinggal menganggap besaran tarif masih cukup memberatkan.
Karena itu, ia menilai perlu dilakukan kajian bersama antara DLHP dan Pemerintah Kota Ambon untuk mencari skema retribusi yang lebih proporsional tanpa mengurangi kualitas pelayanan persampahan kepada masyarakat. (F64)
