
Ambon, Fakta64.com – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tingkat Provinsi Maluku Tahun 2026 dimanfaatkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku untuk memperkuat edukasi literasi keuangan kepada generasi muda.
Bersinergi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Maluku serta UNICEF, OJK menggelar edukasi keuangan bagi ratusan pelajar di Stadion Mandala Remaja, Karang Panjang, Kota Ambon.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku, Maya Baby Rampen Lewerissa, Kepala OJK Provinsi Maluku Haramain Billady, jajaran Pemerintah Provinsi Maluku, pimpinan instansi vertikal, para pemangku kepentingan, guru, serta ratusan siswa mulai dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).
Momentum Hari Anak Nasional dimanfaatkan OJK untuk menanamkan pemahaman tentang pentingnya pengelolaan keuangan sejak usia dini.
Kepala OJK Provinsi Maluku Haramain Billady, menjelaskan, melalui metode penyampaian yang interaktif dan edukatif, para peserta diperkenalkan pada konsep dasar pengelolaan uang, budaya menabung, serta kemampuan membedakan antara kebutuhan dan keinginan sebagai bekal membangun kemandirian finansial di masa depan.
“OJK Provinsi Maluku juga memberikan pemahaman mengenai ancaman kejahatan keuangan di era digital. Edukasi tersebut menyoroti bahaya judi online (judol) dan pinjaman online (pinjol) ilegal yang kini semakin mudah menjangkau kalangan remaja melalui perkembangan teknologi digital,” ucapnya dalam rilis yang diterima media ini, beberapa waktu lalu.
Dijelaskan, melalui edukasi ini, OJK berharap anak-anak dan remaja memiliki kesadaran sejak dini untuk menjadi pengguna layanan keuangan yang cerdas, bijak, serta tidak mudah terjebak dalam berbagai praktik keuangan ilegal yang berpotensi merugikan diri sendiri maupun keluarganya.
Diketahui, partisipasi OJK Provinsi Maluku dalam peringatan Hari Anak Nasional 2026 menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, khususnya bagi segmen pelajar.
“Sinergitas bersama Pemerintah Provinsi Maluku, instansi vertikal, dan berbagai pemangku kepentingan diharapkan mampu melahirkan generasi muda Maluku yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, integritas, dan kecakapan finansial,” ungkapnya.
Dia menambahkan, OJK menilai pengenalan literasi keuangan sejak dini menjadi fondasi penting dalam membentuk perilaku keuangan yang sehat. Dengan memahami berbagai produk dan layanan keuangan secara benar, generasi muda diharapkan mampu mengelola keuangan secara bijaksana sekaligus menjadi bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045 melalui sumber daya manusia yang cerdas, tangguh, dan melek finansial. (F64)
