
Ambon, Fakta64.com – Institut Agama Kristen Negeri Ambon resmi melaksanakan serah terima jabatan (sertijab) rektor yang dirangkaikan dengan ibadah syukur, Rabu (21/5). Momentum tersebut menandai berakhirnya masa kepemimpinan Yance Z Rumahuru dan dimulainya kepemimpinan baru Elka Anakotta.
Kegiatan yang berlangsung di kampus IAKN Ambon itu diawali dengan ibadah syukur yang dipimpin Pdt E Muskita. Acara tersebut turut dihadiri perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Agama serta civitas akademika IAKN Ambon.
Dalam sambutan perpisahannya, Prof Yance menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pimpinan dan sivitas akademika yang selama empat tahun terakhir bersama-sama membangun dan mengembangkan IAKN Ambon.
“Semua kemajuan lembaga ini adalah kerja keras semua orang,” ujar Prof Yance.
Ia menegaskan bahwa tantangan organisasi harus dijawab dengan semangat pelayanan dan persatuan di tengah dinamika internal lembaga.
Menurutnya, capaian yang diraih lembaga tidak terlepas dari kerja kolektif seluruh unsur kampus.
“Ketika orang sibuk dengan validasi dan klarifikasi serta konflik internal, kita harus menjalankan tugas ini dengan fondasi pelayanan sehingga semua orang merasa terlayani dengan baik,” katanya.
Prof Yance juga menilai perkembangan IAKN Ambon saat ini telah mendapat perhatian secara nasional. Transformasi lembaga dari STAKPN hingga menjadi IAKN disebut sebagai kemajuan besar yang harus terus dijaga dan ditingkatkan oleh kepemimpinan selanjutnya.
“Kita dukung ibu Elka sebagai rektor. Kalau orang berjalan maka kita harus terbang,” ujarnya.
Selain itu, ia mengungkapkan optimismenya terhadap pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus. Saat ini terdapat sekitar 25 lektor kepala yang diharapkan dapat meningkat menjadi profesor dalam beberapa tahun mendatang guna memperkuat kualitas akademik institusi.
Sementara itu, ditempat yang sama, Rektor IAKN Ambon periode 2026-2030, Dr Elka Anakotta, dalam pidato perdananya menekankan pentingnya budaya kerja keras yang sehat sebagai fondasi pengembangan lembaga pendidikan tinggi keagamaan tersebut.
“Kita bersyukur kepada Tuhan karena tanpa kasih Tuhan kita tidak mungkin sampai di sini,” kata Elka.
Menurutnya, seluruh capaian yang diraih IAKN Ambon saat ini merupakan hasil kontribusi para pendahulu sejak masa PGA hingga berubah status menjadi institut.
Elka menegaskan, prioritas utama kepemimpinannya adalah mendorong peningkatan status IAKN Ambon menjadi universitas. Ia menyebut proses administrasi dan pengusulan perubahan status tersebut kini telah berada di tingkat kementerian dan tinggal menunggu tahapan lanjutan.
“Program utama yang menjadi prioritas adalah peningkatan IAKN menjadi universitas. Proses itu sudah sampai di kementerian dan sementara menunggu proses,” ungkapnya.
Ia berharap, IAKN Ambon tidak hanya menjadi pusat pengembangan pendidikan tinggi keagamaan di Maluku, tetapi juga mampu memberikan kontribusi lebih luas di tingkat nasional hingga internasional melalui peningkatan kualitas akademik, tata kelola, dan penguatan sumber daya manusia.
Sebagai bagian dari rangkaian sertijab, civitas akademika IAKN Ambon turut menyerahkan cendera mata kepada Prof Yance Rumahuru sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian selama memimpin lembaga tersebut. Suasana acara berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan sebagai simbol kesinambungan kepemimpinan dalam mendorong kemajuan IAKN Ambon ke depan. (F64)
