
Ambon, Fakta64.com – Sejumlah pemuda Kecamatan Pulau Manipa, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Basudara Manipa Maluku dan Himpunan Mahasiswa Pulau Manipa (FSBM-HMPM), menggelar aksi damai di depan Markas Polda Maluku, kawasan Tantui, Kota Ambon, Rabu (20/5/2026).
Aksi tersebut dipimpin Koordinator Lapangan (Korlap) Usman Warang bersama rekan-rekannya. Mereka mendesak pihak kepolisian segera menangkap pelaku penganiayaan brutal terhadap Abdullah Mahu alias Afila (18), yang terjadi di kawasan Air Kuning, Kebun Cengkeh, Kecamatan Sirimau, pada Senin (11/5/2026) dini hari.
Dalam orasinya, massa aksi meminta keadilan bagi korban yang mengalami luka serius akibat pengeroyokan yang diduga dilakukan sekelompok orang tak dikenal.
“Kami meminta keadilan untuk saudara kami Abdullah Mahu yang dianiaya hingga mengalami luka parah di seluruh tubuhnya. Sampai saat ini pelaku belum juga ditangkap,” teriak massa aksi di depan Polda Maluku.
Mereka mempertanyakan lambannya penanganan kasus tersebut, padahal laporan polisi telah dibuat sejak kejadian berlangsung. Massa juga menyinggung keberadaan rekaman CCTV yang dinilai dapat membantu aparat mengidentifikasi para pelaku.
“Ada apa sampai sekarang pelaku belum juga ditangkap? Bukti rekaman CCTV sudah jelas, tetapi belum ada tindakan tegas,” ujar salah satu peserta aksi.
Meski melakukan demonstrasi, massa menegaskan aksi yang dilakukan berlangsung damai dan tidak bertujuan menciptakan kericuhan.
“Kami datang bukan untuk melawan kepolisian ataupun membuat anarkis. Orang Manipa cinta perdamaian. Yang kami inginkan hanya keadilan bagi saudara kami,” tegas mereka.
Massa juga meminta agar para pelaku segera diamankan agar tidak bebas berkeliaran.
“Kami tidak ingin ada ruang bagi pelaku kejahatan di Maluku,” tandas massa aksi.
Hingga aksi berlangsung, massa masih bertahan di depan Polda Maluku dan meminta dapat bertemu langsung dengan Kapolda Maluku guna mempertanyakan perkembangan penanganan kasus tersebut.
Diketahui, korban Abdullah Mahu alias Afila (18) dikeroyok pada Senin (11/5/2026) sekitar pukul 04.00 WIT di depan salah satu kios di Lorong Alaka, depan Indomaret Air Kuning, Kebun Cengkeh.
Saat itu, korban yang bekerja di salah satu usaha ayam geprek di kawasan Kebun Cengkeh diminta rekannya mengambil nasi di rumah pemilik usaha. Ketika melintas di Lorong Sumatera, korban diduga dilempari batu oleh sekelompok pemuda yang sedang nongkrong di sekitar lokasi.
Lemparan tersebut disebut hanya mengenai ban sepeda motor korban. Korban kemudian melanjutkan perjalanan dan sempat berhenti di sebuah kios depan Indomaret Air Kuning.
Namun, kelompok pemuda tersebut diduga mengejar korban dan langsung melakukan pengeroyokan.
Dalam video yang beredar, korban terlihat dipukul berulang kali dan dilempari batu pada bagian kepala hingga tak sadarkan diri. Korban kemudian dilarikan ke RS Siloam Ambon sebelum dirujuk ke RS Bhayangkara untuk menjalani perawatan intensif. (F64)
